Laporkan Masalah

Analisis potensi habitat dan koridor Harimau Sumatera dikawasan hutan lindung bukit Batabuh kabupaten Kuantan Singingi provinsi Riau

Oki Hadian Hadadi,

2015 | Tesis |

Penelitian ini memiliki tiga tujuan, yaitu: 1. Mengkaji ekosistem bentanglahan yang terkait dengan habitat Harimau Sumatera dan dinamika penutup lahan pada bentanglahan tersebut; 2. Mengestimasi potensi habitat Harimau Sumatera dan mengkaji tekanan yang dialaminya berdasarkan parameter-parameter yang mempengaruhi habitat spesies tersebut; 3. Membuat rekomendasi lokasi yang paling sesuai untuk pembangunan koridor habitat sebagai bagian dari strategi pengelolaan di kawasan yang merupakan habitat Harimau Sumatera sekaligus kawasan tempat aktivitas manusia Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan ekologi bentanglahan dengan menggunakan teknologi pengindaraan jauh dan pemodelan dengan Sistem Informasi Geografis (SIG). Teknologi penginderaan jauh digunakan untuk mengidentifikasi penutup lahan dan bentuklahan berdasarkan genesa. Sementara teknologi SIG digunakan untuk mengkaji kualitas habitat yang direpresentaikan dalam tingkatan kesesuaian lahan di lokasi penelitian untuk menjadi habitat bagi Harimau Sumatera serta menentukan potensi area dibangunnya suatu koridor habitat untuk membangun konektivitas antara dua blok hutan yang terputus oleh jalan lintas di lokasi tersebut. Lokasi penelitian adalah suatu kawasan hutan lindung Bukit Batabuh. Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa lokasi penelitian merupakan area yang sesuai sebagai habitat Harimau Sumatera, namun berfungsi sebagai habitat koridor dan bukan sebagai habitat inti, karena luasannya yang hanya mampu mengakomodasi kurang dari dua invididu. Degradasi kesesuaian habitat terjadi dalam rentang 2002 – 2013 dengan indikasi berkurangnya luasan hutan alam yang berdampak langsung pada kondisi ekosistem di wilayah ini. Sebagian besar berkurangnya tutupan hutan karena berubah menjadi perkebunan kelapa sawit. Keberadaan jalan lintas Bukit Batabuh yang membelah blok hutan di kawasan ini menambah kontribusi tingginya tekanan kerusakan lingkungan di kawasan ini sehingga suatu pembangunan koridor habitat perlu untuk dipertimbangkan sebagai salah satu strategi pengelolaan lingkungan di kawasan ini. Lokasi potensial untuk dibangun koridor habitat adalah lokasi dimana masih terdapat tutupan vegetasi yang relatif lebat. Pepohonan karet yang banyak terdapat di sekitar jalan lintas dapat digunakan sebagai kawasan vegetasi penghubung karena struktur kanopinya yang mirip dengan pepohonan di hutan alam. Lokasi jembatan juga menjadi pertimbangan karena keberadaan jembatan dapat membantu satwa untuk melintas. Kata Kunci: Habitat, Harimau Sumatera, Koridor Habitat

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.