Persepsi dan motivasi masyarakat lokal terhadap program transmigrasi pasca konflik dikabupaten Aceh Barat provinsi Aceh
Riki Abadi,
2015 | Tesis |Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi dan motivasi masyarakat lokal terhadap program transmigrasi pasca konflik di Kabupaten Aceh Barat. Pemilihan Kabupaten Aceh Barat dikarenakan daerah ini merupakan salah satu daerah penerima transmigran di Provinsi Aceh sejak tahun 1982 dan sangat potensial dalam pengembangan program transmigrasi. Penelitian ini merupakan gabungan antara pendekatan kualitatif dengan kuantitatif. Metode pengolahan data menggunakan uji statistik tabulasi silang (crosstab), Korelasi dan Kai Kuadrat (Chi-Square). Sedangkan untuk mengetahui hubungan antara variabel terikat dengan variabel bebas menggunakan uji korelasi Spearman. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling yang terdiri dari stakeholder (aparat kecamatan/desa), tokoh masyarakat/pemuda dan masyarakat umum di 12 kecamatan dalam Kabupaten Aceh Barat. Jumlah sampel keseluruhan sebanyak 120 orang responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat persepsi responden terhadap program transmigrasi pasca konflik di Kabupaten Aceh Barat mencapai 58% dengan persepsi tinggi. Sementara itu, motivasi yang mempengaruhi masyarakat untuk ikut program transmigrasi adalah motif kemandirian sebesar 40%. Sedangkan hubungan antara tingkat persepsi dalam mempengaruhi motivasi responden untuk mengikuti program transmigrasi sebesar 0,199 atau 19,9% yang menunjukkan bahwa hubungan antara tingkat persepsi terhadap motivasi bertansmigrasi hubungannya searah (positif). Hasil ini bermakna bahwa semakin meningkatnya persepsi masyarakat terhadap program transmigrasi, maka akan diikuti dengan peningkatan motivasi masyarakat untuk bertransmigrasi. Kata Kunci : Persepsi, Motivasi, Transmigrasi, Pasca Konflik, Aceh.
Kata Kunci :