Laporkan Masalah

Deteksi tingkat kesehatan hutan sebagai upaya perlindungan dan pelestarian ekosistem penting dalam pengelolaan Daerah aliran sungai : Studi kasus tipe-tipe hutan diDAS Maros Sulawesi Selatan

Munajat Nursaputra,

2014 | Tesis |

Kehadiran hutan mempunyai peran penting terhadap keseimbangan sistem-sistem DAS dari segi fungsi tata air dengan menyediakan sumberdaya air bagi manusia dan lingkungan secara berkelanjutan. Perubahan kondisi hutan yang terjadi saat ini, sangat mempengaruhi keseimbangan DAS. Dampak dari ketidakseimbangan tersebut menyebabkan terjadinya permasalahan banjir di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau seperti yang terjadi di DAS Maros. Permasalahan tersebut terjadi karena kurang optimalnya daya dukung ekosistem hutan akibat dari perubahan kondisi hutan. Kondisi hutan yang sehat (bagus) sangat berbeda responnya dibanding hutan yang tidak sehat (tidak bagus) dalam mengatur sistem tata air DAS. Sehingga dari permasalahan tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi hutan di DAS Maros dengan mendeteksi tingkat kesehatan hutan pada tipe-tipe hutan di DAS Maros melalui analisis forest health menggunakan citra Landsat 8 perekaman Tahun 2013, mengetahui pengaruh kondisi hutan terhadap ketersediaan air (blue water dan green water) menggunakan model SWAT terhadap skenario perubahan kondisi hutan dan membuat arahan pengoptimalan kondisi hutan yang mendukung tercapainya pengelolaan DAS Maros yang terpadu dan berkelanjutan melalui kegiatan reforestrasi ataupun aforestasi. Tipe hutan di DAS Maros terdiri atas hutan lahan kering primer dan sekunder, hutan tanaman dan hutan mangrove, dengan luasan 162,07 km2. Dari luasan hutan tersebut, diperoleh tingkat kesehatan hutan yang bagus (sangat sehat dan sehat) seluas 128,54 km2 dan kesehatan hutan yang tidak bagus (stress, tidak sehat dan mati) seluas 33,53 km2 berdasarkan hasil analisis forest health. Adanya kondisi hutan yang tidak bagus di DAS Maros berpengaruh terhadap proporsi luasan hutan yang optimal dalam menyediakan hasil air. Luasan hutan yang bagus di DAS Maros menghasilkan blue water sebanyak 3.289.440 m3. Nilai tersebut sangat jauh dari kebutuhan air masyarakat di DAS Maros saat ini (3.308.977 m3/tahun), sehingga diperlukan upaya optimalisasi lahan hutan melalui reforestasi (perbaikan kondisi hutan) dan aforestasi (penambahan hutan). Dari hasil pemodelan SWAT, diperoleh bahwa dengan penambahan luasan hutan akan meningkatkan nilai blue water, akan tetapi sampai batas optimum penambahan hutan dengan luas 33,44% dari luas DAS Maros. Penambahan luasan hutan yang melebihi kapasitas tersebut akan menurunkan nilai blue water DAS Maros akibat meningkatnya nilai green water melalui proses evapotranspirasi. Kata kunci: Kesehatan hutan, ketersediaan air, arahan pengelolaan, DAS Maros.

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.