Pendugaan bahaya kegempaan metode probabilistik serta keterkaitannya dengan kemiringan lereng diprovinsi Lampung
Rudianto,
2014 | Tesis |Analisis bahaya kegempaan adalah salah satu metode untuk mengestimasi atau mengkuantifikasi dampak gempabumi. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan nilai percepatan tanah maksimum di batuan dasar untuk Provinsi Lampung dan nilai percepatan tanah maksimum di permukaan untuk Kota Bandarlampung, serta menganalisis hubungan antara bahaya kegempaan dengan kemiringan lereng. Analisis bahaya kegempaan dilakukan dengan metode probabilistik (PSHA). Program PSHA USGS 2007 digunakan untuk analisis bahaya kegempaan di batuan dasar. Perhitungan nilai bahaya kegempaan di permukaan dilakukan dengan menggunakan faktor amplifikasi seismik sesuai dengan kelas situs setempat. Analisis hubungan bahaya kegempaan dengan kemiringan lereng dilakukan dengan analisis statistik korelasi. Nilai bahaya kegempaan Provinsi Lampung di batuan dasar periode ulang 500 tahun pada kondisi PGA (T=0 detik), kondisi spektra T=0,2 detik, dan T=1,0 detik berturut-turut adalah 0,06 g hingga 0,47 g, 0,12 g hingga 1,20 g, dan 0,10 g hingga 0,47 g. Nilai bahaya kegempaan Provinsi Lampung di batuan dasar untuk periode ulang 2.500 tahun pada kondisi PGA (T=0 detik), spektra T=0,2 detik, dan spektra T=1,0 detik berturut-turut yaitu 0,08 g hingga 0,91 g, 0,19 g hingga 2,62 g, dan 0,19 g hingga 0,93 g. Nilai bahaya kegempaan di permukaan Kota Bandarlampung untuk periode ulang 500 tahun adalah 0,159 g hingga 0,249 g. Nilai respon spektra percepatan di permukaan untuk periode 0,2 detik dan 1,0 detik berturut-turut adalah 0,245 g hingga 0,410 g dan 0,146 g hingga 0,298 g. Koefisien korelasi kemiringan lereng dan bahaya kegempaan adalah -0,720, berarti hubungan kemiringan lereng dan bahaya kegempaan berkorelasi negatif dengan tingkat hubungan kuat pada tingkat signifikansi 1%. Kata kunci: gempabumi, bahaya kegempaan, PSHA, kemiringan lereng
Kata Kunci :