Laporkan Masalah

Kajian kerusakan ekosistem hutan mangrove akibat aktivitas manusia dalam rangka pelestarian lingkungan : Kasus dipantai Polewali Mandar provinsi Sulawesi Barat

Suparjo Razasli Carong,

2014 | Tesis |

Beberapa tahun terakhir ini, ekosistem hutan mangrove dijadikan sasaran manusia untuk dijadikan berbagai macam aktivitas, baik itu secara langsung maupun tidak langsung. Data rencana pola ruang wilayah Kabupaten Polewali Mandar menunjukkan bahwa hutan mangrove sebagian telah mengalami kerusakan sehingga jumlahnya mulai berkurang bahkan ada beberapa kawasan hutan mangrove yang mulai dikonversi menjadi kawasan budidaya yaitu sebagai tambak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis-jenis kerusakan ekosistem hutan mangrove, menilai tingkat kerusakan ekosistem hutan mangrove, dan merumuskan strategi pengelolaan lingkungan akibat kerusakan ekosistem hutan mangrove dalam rangka pelestarian lingkungan daerah Polewali Mandar. Penelitian dilakukan sepanjang bulan Mei 2014 di Pantai Mampie. Pengumpulan data sosial dilakukan secara indepth interview menggunakan panduan pertanyaan yang terstruktur, sementara pengumpulan data vegetasi hutan mangrove dilakukan menggunakan teknik proportionate random sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 3 jenis kerusakan yaitu kerusakan komponen abiotik (tingkat abrasi pantai yang tinggi dan terganggunya fase pasang surut), kerusakan biotik (jenis vegetasi mangrove yang sedikit dan kurangnya permudaan vegetasi hutan mangrove), dan kerusakan cultural (konversi hutan mangrove menjadi tambak, penebangan pohon untuk keperluan rumah tangga, dan aktivitas pemukiman). Klasifikasi kerusakan dengan tingkat kerusakan sedang ditemukan pada Blok Area B, C, E, F, G, H, dan I (rentang nilai 20-26). Sedangkan klasifikasi kerusakan dengan kategori tidak rusak yaitu pada Blok Area pengamatan A, D, dan E. Strategi pengelolaan kawasan hutan mangrove di pantai Mampie berdasarkan analisis SWOT yaitu menjadikan kawasan hutan mangrove Mampie yang tersisa menjadi kawasan ekowisata, peningkatan mutu kualitas SDM (masyarakat setempat) dan pengetahuan dalam pemanfaatan hutan mangrove untuk ekonomi, prioritas penanganan kawasan hutan mangrove yang tergolong rusak sedang oleh pemerintah daerah, penanaman bibit mangrove pada kawasan tambak (silvofishery development), penanaman bibit mangrove pada daerah abrasi dengan patok, perbaikan aliran hidrologi kawasan Mammpie sehinggan distribusi bibit mangrove berjalan normal, dan rehabilitasi kawasan hutan mangrove yang termasuk kategori sedang. Kata Kunci : Kerusakan, Mangrove, SWOT, Pantai Mampie

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.