Daya dukung lingkungan lahan kritis dalam pengembangan budidaya lele dikabupaten Gunungkidul Yogyakarta
Nur Indah Septriani,
2014 | Tesis |ABSTRAK Dalam rangka meningkatkan produktivitas daerah pertanian lahan kritis di Kabupaten Gunungkidul, masyarakat memanfaatkan lahan untuk budidaya lele lahan kering, agar program ini berkelanjutan diperlukan kajian daya dukung lingkungan. Tujuan penelitian ini mengkaji daya dukung lingkungan dalam pengembangan budidaya lele secara spasial, membuat pemetaan daya dukung lingkungan dalam pengembangan budidaya lele, menentukan teknologi yang tepat dalam pengembangan budidaya lele di Kabupaten Gunungkidul. Metode yang digunakan adalah analisis statistik, scoring, pembobotan, yang dilakukan terhadap variabel potensi dan existing, dan overlay peta kualitas air, kuantitas air, curah hujan, kemiringan lereng, jenis tanah, dan penggunaan lahan, dan potensi sosial ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan daya dukung lingkungan total perbukitan Baturagung bernilai 71,73%, Ledok Wonosari 76,42%, dan Perbukitan Karst 67,59%. Luas zona prioritas pengembangan budidaya lele ada 14,02% dari keseluruhan luas Kabupaten Gunungkidul. Zona tersebut diantaranya terletak di Perbukitan Baturagung 3,23%, Ledok Wonosari 7,19%, Perbukitan Karst 3,58% dari keseluruhan luas Kabupaten Gunungkidul. Berdasarkan peta prioritas pengembangan lele, persebaran jumlah Pokdakan dan penggunaan teknologi belum proporsional sesuai dengan potensi lingkungan yang ada. Seharusnya pengembangan Pokdakan lebih diprioritaskan di Ledok Wonosari atau lahan prioritas I, yaitu Kecamatan Playen, Wonosari, Semanu, Paliyan, Karangmojo, Semin dan Ngawen. Lahan berprioritas tinggi dapat dioptimalkan dengan pengembangan budidaya lele teknologi intensif, prioritas sedang dioptimalkan dengan teknologi semi-intensif, sedangkan non-prioritas dapat dioptimalkan dengan teknologi ekstensif atau sebagai daerah konservasi air. Kata kunci : lahan kritis, daya dukung lingkungan, overlay peta, lele
Kata Kunci :