Pengurangan risiko bencana melalui pengembangan masyarakat tangguh bencana didesa Kepuharjo kecamatan Cangkringan
Fitri Oknaini,
2014 | Tesis |INTISARI Desa Kepuharjo di Kecamatan Cangkringan merupakan salah satu desa di Kabupaten Sleman yang berbatasan langsung dengan Gunung Merapi. Lokasi yang berdekatan dengan Gunung Merapi serta dilewati oleh Sungai Gendol dan Sungai Opak menyebabkan desa ini mempunyai kerawanan tinggi terhadap bahaya awan panas dari Gunung Merapi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pola spasial risiko bencana yang ada di lokasi penelitian, mengetahui kondisi masyarakat di lokasi penelitian, serta merencanakan strategi dalam pengembangan masyarakat yang tangguh bencana di lokasi penelitian. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode induktif kualitatif dengan cara mengumpulkan fakta yang ada di lapangan untuk membangun teori mengenai masyarakat tangguh bencana. Teknik pengumpulan data adalah dengan survey dan wawancara mendalam dengan menggunakan metode purposive sampling. Selain itu dilakukan diskusi kelompok terarah (FGD) untuk menjaring usulan mengenai strategi penguatan kapasitas dalam membentuk masyarakat tangguh bencana. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa di lokasi penelitian 42,51% kawasannya mempunyai kerentanan tinggi, 8,00% mempunyai kerentanan sedang, dan 49,48% kerentanan rendah. Analisa risiko yang dilakukan di Desa Kepuharjo menunjukkan bahwa 4 dusun di lokasi penelitian mempunyai risiko tinggi dengan luas 343 ha, 3 dusun mempunyai tingkat risiko sedang seluas 262 ha, dan 1 dusun mempunyai tingkat risiko rendah. Kondisi masyarakat pasca erupsi 2010 mengalami perubahan baik dari segi fisik, sosial, maupun ekonomi. Pola permukiman dan matapencaharian berubah, serta adanya peningkatan pengetahuan dan kewaspadaan masyarakat mengenai kebencanaan. Disisi lain terdapat permasalahan mengenai jalur evakuasi dan kurangnya persiapan dalam menghadapi bencana. Dari wawancara dan FGD yang dilakukan, diperoleh usulan strategi pengembangan masyarakat tangguh bencana di Desa Kepuharjo yang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas dan mengurangi kerentanan. Usulan strategi tersebut dibagi menjadi tiga, yaitu strategi sebelum terjadi bencana, strategi masa tanggap darurat, dan strategi setelah terjadi bencana. Kata kunci: Merapi, pengurangan risiko bencana, masyarakat tangguh, strategi.
Kata Kunci :