Zonasi risiko multibahaya diwilayah pesisir pantai kota Surabaya berdasarkan perspektif perubahan penggunaan lahan
Annisaa Hamidah Imaduddina,
2014 | Tesis |Intisari Kota Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia yang memiliki fungsi sebagai kawasan perdagangan jasa dan industri pergudangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prediksi area persebaran risiko multibahaya di wilayah pesisir pantai Kota Surabaya berdasarkan perspektif penggunaan lahan. Pengetahuan terkait prediksi area persebaran risiko multibahaya merupakan suatu upaya mitigasi non stuktural yang dapat digunakan sebagai informasi awal dan masukan dalam perencanaan Kota Surabaya. Risiko multibahaya di nilai berdasarkan bahaya penurunan tanah, bahaya genangan pasang dan kerentanan penggunaan lahan pada tahun 2013 dan 2030. Pemodelan bahaya genangan pasang dilakukan dengan analisis kondisional model pada Arcgis dan Ilwis dengan input nilai kecenderungan kenaikan air laut dan peta DEM yang telah mengakomodasi penurunan tanah hasil dari pemodelan bahaya penurunan tanah. Pemodelan perubahan penggunaan lahan dianalisis menggunakan cellular automata, sehingga diketahui perkiraan kondisi penggunaan lahan tahun 2030. Risiko multibahaya dianalisis menggunakan raster calculator pada arcgis dengan input hasil pemodelan multibahaya dan perubahan penggunaan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketinggian genangan dan penggunaan lahan mengakibatkan masing-masing wilayah memiliki tingkat risiko yang berbeda. Kecamatan Asemrowo merupakan wilayah dengan persentase tingkat risiko tertinggi. Pada tahun 2030 diperkirakan akan terjadi peningkatan luas area persebaran risiko multibahaya sebesar 6,24 % terhitung sejak tahun 2013. Kata Kunci: multibahaya, risiko, kerentanan, penurunan tanah, genangan pasang, perubahan penggunaan lahan
Kata Kunci :