Zonasi potensi pencemaran airtanah oleh air lindi dari tempat pembuangan akhir sampah Banyuurip Magelang
Ristie Ermawati,
2014 | Tesis |Intisari Magelang merupakan salah satu kota di Jawa Tengah dengan jumlah penduduk 119.329 jiwa. Timbulan sampah yang dihasilkan kota ini adalah 300,33 m3/hari. Untuk mengatasi timbulan sampah ini, dibangunlah TPA Banyuurip. TPA Banyuurip terletak di Kabupaten Magelang dan lokasinya sangat dekat dengan pemukiman penduduk. Pengolahan air lindi yang dilakukan di TPA ini kurang optimal sehingga air lindi yang dibiarkan meresap ke dalam tanah dapat berpotensi mencemari airtanah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis potensi pencemaran airtanah oleh air lindi dari TPA Banyuurip Magelang, (2) menganalisis kualitas air lindi dari TPA Banyuurip Magelang dan kualitas airtanah di sekitar TPA Banyuurip Magelang, serta (3) mengkaji gangguan kesehatan yang dialami penduduk akibat terjadinya pencemaran airtanah oleh air lindi yang berasal dari TPA Banyuurip Magelang. Metode yang digunakan untuk mengetahui potensi pencemaran airtanah adalah Metode LeGrand. Kandungan sampel air lindi dan airtanah diketahui dengan uji laboratorium. Kualitas air lindi dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan dengan Baku Mutu Air Limbah berdasarkan Perda Provinsi Jawa Tengah No. 5 Tahun 2012 dan kualitas airtanah dibandingkan dengan baku mutu berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 492/Menkes/Per/IV/2010. Tingkat pencemaran dianalisis dengan Metode Indeks Pencemaran. Hasil dari penelitian ini adalah secara potensial, daerah sekitar TPA Banyuurip termasuk ke dalam kategori sulit tercemar dan sangat sulit tercemar. Hasil perhitungan nilai Indeks Pencemaran, menunjukkan bahwa airtanah di sekitar TPA Banyuurip termasuk ke dalam kategori tercemar ringan. Penduduk tidak mengalami gangguan kesehatan secara langsung akibat menggunakan airtanah di sekitar TPA, namun ditemukannya kandungan logam berat kadmium dan timbal dalam airtanah yang melebihi baku mutu akan berbahaya jika diakumulasi oleh tubuh. Perlu dilakukan pengolahan yang lebih optimal terhadap air lindi dari TPA ini agar tidak mencemari airtanah, salah satunya adalah dengan melakukan fitoremediasi. Kata Kunci: Potensi pencemaran, Airtanah, TPA
Kata Kunci :