Laporkan Masalah

Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sumberdaya air permukaan disub DAS Bengawan Solo kabupaten Boyolali bagian selatan

Ditya Wishnu Arifal,

2014 | Tesis |

INTISARI Risiko bencana kekeringan dan banjir dapat diminimalkan dengan mengelola potensi sumberdaya air permukaan. Pengelolaan sumberdaya air permukaan dapat dilakukan dengan kegiatan partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan (1) memetakan wilayah potensial sumberdaya air permukaan dan wilayah rawan bencana (kekeringan dan banjir), (2) menganalisis karakteristik dan tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sumberdaya air permukaan, dan (3) merumuskan strategi partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sumberdaya air permukaan yang tepat sesuai kondisi daerah penelitian. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi (mixed methods). Pengambilan sampel menggunakan metode proporsional sampling. Variabel yang digunakan meliputi umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan dan penghasilan, kebudayaan, serta frekuensi partisipasi yang dianalisis ke dalam empat tahapan partisipasi (perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan, dan evaluasi). Data dikumpulkan dengan wawancara terstruktur dan kuesioner (kuantitatif) serta melalui survei dan wawancara mendalam (kualitatif) untuk memperoleh informasi tentang partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sumberdaya air permukaan. Hasil penelitian yaitu (1) Potensi sumberdaya air permukaan di daerah penelitian meliputi mata air yang banyak tersebar di 6 Kecamatan (Ampel, Boyolali, Mojosongo, Teras, Banyudono, dan Sawit), terdapat 3 sungai utama (Sungai Gandul, Sungai Cemoro, Sungai Pepe), Waduk Cengklik di Kecamatan Ngemplak, dan embung di Kecamatan Musuk dan Cepogo. Kerawanan bencana kekeringan tahun 2009 tersebar di 9 kecamatan (Selo, Cepogo, Ampel, Musuk, Boyolali, Mojosongo, Sambi, Nogosari, Simo), tahun 2010 tersebar di 8 desa Kecamatan Musuk (Sangup, Jemowo, Sumur, Dragan, Karanganyar, Lampar, Pagerjurang, dan Keposong). (2) Tingkat partisipasi secara umum ?tinggi? skor 148,35 dengan tipe ?partisipasi fungsional?. Tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sumberdaya air permukaan pada tiap tahap kegiatan adalah tahap perencanaan ?sedang? skor 34,79, tahap pelaksanaan ?sedang? skor 35,66, tahap pemanfaatan ?tinggi? skor 38,71, dan evaluasi ?tinggi? skor 39,19. Kategori partisipasi ?sedang? pada tahap perencanaan dan pelaksanaan berarti kesadaran masyarakat dalam melakukan kegiatan pengelolaan sumberdaya air permukaan tersebut cukup tinggi (sedang) dan diterapkan dengan cukup baik. Kategori partisipasi ?tinggi? pada tahap pemanfaatan dan evaluasi berarti kesadaran masyarakat dalam melakukan kegiatan pengelolaan sumberdaya air permukaan tersebut cenderung tinggi dan diterapkan dengan baik. (3) Strategi kebijakan menurut analisis SWOT dalam pengelolaan sumberdaya air permukaan memprioritaskan program optimalisasi potensi wisata minapolitan, pelestarian budaya/kearifan lokal, pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan daerah, dan pembangunan akses jalan termasuk jaringan perpipaan air bersih dan drainase. Kata kunci: Partisipasi Masyarakat, Pengelolaan Air Permukaan, Analisis SWOT

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.