Laporkan Masalah

Hubungan antara akses informasi kesehatan reproduksi dengan perilaku berisiko napza di Indonesia : Analisis data SDKI 2012

Tanto Kusworo,

2014 | Tesis |

INTISARI Dalam masa perkembangan dan penyesuaian diri ke dalam lingkungan barunya, banyak remaja yang tidak menyadari bahwa perilaku yang mereka lakukan merupakan perilaku berisiko dan menyimpang. Ketidakmatangan emosi, cara berpikir dan bertindak sangat berpengaruh pada perilaku remaja dalam penyesuaian diri tersebut. Kurangnya informasi mengenai kesehatan reproduksi yang dimiliki oleh remaja menjadi salah satu faktor dan hambatan yang mendorong seorang remaja berperilaku berisiko terhadap kesehatan reproduksi, salah satu diantaranya adalah perilaku NAPZA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara akses informasi kesehatan reproduksi dengan perilaku berisiko NAPZA remaja menurut karakteristik sosiodemografis, dan mengetahui pengaruh akses sumber informasi kesehatan reproduksi terhadap perilaku berisiko NAPZA remaja di Indonesia setelah dikontrol dengan variabel karakteristik sosiodemografis remaja. Penelitian menggunakan data SDKI 2012 dengan responden remaja usia 15-24 tahun, belum kawin. Penelitian bersifat deskriptif kuantitatif menggunakan rancangan cross sectional yakni mengidentifikasi hubungan antara variabel independen dengan dependen dalam waktu yang bersamaan pada suatu saat. Variabel karakteristik sosiodemografis digunakan sebagai variabel luar, yakni variabel yang diduga mempunyai hubungan dengan variabel terikat. Teknik pengujian menggunakan regresi logistik biner melalui prosedur regresi hierarki, yakni mengeluarkan variabel yang mempunyai p>0,05 untuk mendapatkan model akhir prediktor di antara variabel karakteristik sosiodemografis remaja. Kecenderungan tiap variabel prediktor dilihat dari nilai Odds Ratio (OR) pada tingkat kemaknaan p=0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara akses sumber informasi kesehatan reproduksi dengan perilaku berisiko NAPZA remaja, terdapatnya hubungan signifikan antara karakteristik sosiodemografis remaja (umur, jenis kelamin, daerah tempat tinggal, tingkat pendidikan) dengan perilaku NAPZA remaja, serta akses sumber informasi kesehatan reproduksi berpengaruh signifikan terhadap perilaku NAPZA remaja setelah dikontrol dengan variabel karakteristik sosiodemografis yaitu tingkat pendidikan dan daerah tempat tinggal (p-value= 0,000; OR= 1,346; CI= 1,219 ? 1,487). Kata kunci: remaja, kesehatan reproduksi, sumber informasi kesehatan reproduksi, NAPZA

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.