Aplikasi teknik penginderaan jauh multi-temporal untuk kajian limpasan permukaan akibat perubahan penutup lahan : Kasus di DAS Grompol Jawa Tengah
Puguh Dwi Raharjo,
2014 | Tesis |INTISARI DAS Grompol yang merupakan salah satu Sub DAS Bengawan Solo yang berada di Kabupaten Karangnyar, Jawa Tengah. Pada DAS Grompol selama kurun waktu 20 tahun terakhir mengalami perubahan tutupan lahan yang berdampak limpasan permukaan. Pada DAS ini juga tidak terdapatnya alat pengukur aliran yang menjadikan pemantauan limpasan permukaan sulit untuk dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui akurasi ketelitian citra Landsat dalam menurunkan parameter penutup lahan dan menentukan satuan tiap kelompok hidrologi tanah, serta melakukan perhitungan tingkat akurasi perhitungan limpasan metode SCS-CN menggunakan data penginderaan jauh. Pengujian model dilakukan di DAS Samin yang terdapat data aliran pada tahun 1994 dan tahun 2013 serta memiliki karakteristik yang sama dengan DAS Grompol. Menggunakan data penginderaan jauh multitemporal citra Landsat-5 (1994) dan Landsat-8 (2013). Metode knowledge-based digunakan dalam mencari informasi penutup lahan yang mendasarkan pada hubungan NDVI dengan bentuklahan. Satuan setiap kelompok hidrologi tanah didasarkan pada bentuklahan. Hasil transformasi NDVI dibagi menjadi 7 kelas dan bentuklahan diklasifikasikan menjadi 20 kelas yang digunakan dalam menerjemahkan penutup lahan SCS-CN. Jenis penutup lahan SCS-CN tanah beserta rumah-rumah pertanian pada bentukan lahan asal denudasional serta fluvial bercampur dengan penggunaan lahan sawah, sehingga pada jenis tersebut dibantu dengan klasifikasi digital maximum likelihood. Akurasi penutup lahan yang diperoleh memberikan hasil yang baik, yaitu sekitar 85.17%. Estimasi ketebalan limpasan rata-rata tertimbang secara lumped hujan pada 30 Januari 1994 sebesar 42 mm yang menghasilkan volume pada seluruh DAS sekitar 5298850.2 m3, sedangkan hujan pada 1 januari 2013 sebesar 40 mm dengan volume total 5046524.0 m3. Estimasi secara distributed nilai limpasan tahun 1994 dan 2013 terjadi peningkatan ketebalan limpasan 1-28 mm sekitar 18.40% area dan 57-84 mm sekitar 28.51% area, sedangkan penurunan ketebalan limpasan terjadi pada kelas 43-56 mm sekitar 46.01% area. Sebagai uji validasi model maka digunakan perbandingan antara debit estimasi dengan debit terukur pada DAS Samin. Hasil perbandingan yang diperoleh pada kejadian hujan 30 januari 1994 diperoleh keakurasian sekitar 81.27%, yaitu debit estimasi sekitar 6.77 m3/detik dan debit terukur 8.33 m3/detik. Pada kejadian hujan 1 januri 2013 akurasi yang diperoleh sekitar 97.24%, yaitu yaitu debit estimasi sekitar 13.05 m3/detik dan debit terukur 12.69 m3/detik. Kata Kunci : DAS Grompol, Landsat, Multi-temporal, SCS-CN, NDVI, Knowledge-Based
Kata Kunci :