Studi kelayakan potensi mineral tambang pasir-batu menggunakan pendekatan Litofasies dan proses geomorfik pada alur sungai gendol pasca erupsi gunungapi Merapi 2010
Dhandhun Wacano,
2014 | Tesis |INTISARI Letusan Merapi tahun 2010 menghasilkan material letusan sebesar 140 juta meter kubik. Material letusan sebesar 35 juta meter kubik mengisi alur Sungai Gendol sejauh 15 km. Material letusan mengalami proses lanjutan berupa pengendapan, gerakmassa batuan, dan sedimentasi. Material letusan berupa pasir dan batu mempunyai potensi ekonomi untuk kegiatan tambang terutama sebagai bahan dalam konstruksi beton. Tujuan penelitian yaitu: (1) mengidentifikasi sebaran tingkat kualitas tambang pasir dan batu berdasarkan karakteristik litofasies dan proses geomorfik (2) menghitung volume endapan tambang pasir dan batu, (3) menganalisis tingkat kelayakan potensi mineral tambang pasir dan batu berdasarkan karakteristik material endapannya. Metode penelitian yang digunakan adalah survei lapangan dan analisis laboratorium. Indentifikasi litofasies dan proses geomorfologi dilakukan dengan kombinasi interpretasi visula citra satelit beresolusi tinggi dan survei lapangan. Identifikasi sebaran kualitas endapan dilakukan dengan analisis karakteristik endapan sesuai persyaratan agregat kasar dan agregat halus dalam konstruksi beton. Volume endapan dihitung berdasarkan pengukuran penambahan endapan dan pengurangan endapan dalam alur. Tingkat kelayakan potensi endapan dianalisis berdasarkan kualitas dan volume endapan menggunakan pembobotan AHP (analytical hierarchy process). Hasil penelitian menunjukkan bahwa alur Sungai Gendol secara akademis tidak layak untuk kegiatan tambang, namun secara teknis dapat dilakukan pada lokasi-lokasi tertentu. Zona layak tambang pada lokasi penelitian berada pada lokasi tengah (medial) untuk agregat kasar (kerikil), sedangkan untuk agregat halus (pasir) berada pada bagian hilir (distal awal).
Kata Kunci :