Laporkan Masalah

Estimasi volume tegakan menggunakan kombinasi citra SRTM dan kontur digital dari peta RBI pada daerah Wanagama Gunung Kidul

Dimar Wahyu Anggara,

2010 | Tesis |

Ekosistem mangrove merupakan salah satu jenis ekosistem penting yang ada di permukaan Bumi. Beragam potensi dapat dikembangkan dari ekosistem mangrove tersebut. Potensi ekonomi, ekologis, wisata merupakan contoh potensi dari mangrove yang dapat dikembangakan. Pulau Karimun dan Kemujan terdapat ekosistem mangrove yang masih berpotensi untuk dikembangkan. Pengembangan dan pemanfaatan potensi tersebut tentunya harus dilakukan secara baik agar kondisi mangrove dapat terjaga. Ekowisata merupakan salah satu metode pengembangan dan pemanfaatan yang dapat menjadi solusi pemanfaatan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1.) memetakan kondisi biofisik mangrove 2.) menguji akurasi pemetaan kondisi biofisik mangrove, dan 3.) mengetahui signifikansi hasil pemetaan biofisik mangrove, semua dalam kaitannya dalam manajemen ekowisata. Hasil pemetaan dipergunakan sebagai sumber data untuk melakukan manajemen ekowisata, dengan memanfaatkan citra hiperspektral Hyperion EO-1 Pemetaan kondisi biofisik mangrove dapat dilakukan pada skala menengah sesuai dengan kemampuan citra Hyperion EO-1. Akurasi pemetaan adalah 53.7%, dihitung menggunakan metode Matriks Kesalahan. Berdasarkan penggunakan sumber data, manajemen ekowisata dapat dilakukan pada skala menengah. Peta sebaran biofisik dapat memberikan dukungan secara maksimal dalam proses perencanaan dan pengembangan ekowisata di Pulau Kemujan dan Karimun. Kata Kunci : Ekowisata, Hyperion, Mangrove, Karimunjawa

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.