Laporkan Masalah

Pemanfaatan citra landsat 8 dan sistem informasi geografis untuk pemetaan kawasan resapan air potensial : Kasus di lereng barat gunung Lawu provinsi Jawa Tengah

Rahmawati Suparno Putri,

2016 | Skripsi |

Penelitian ini mengintegrasikan model pendekatan kuantitatif berjenjang untuk memetakan kawasan potensi resapan air di Lereng Barat Gunung Lawu Provinsi Jawa Tengah. Kawasan Resapan Air merupakan suatu kawasan yang sangat besar peranannya dalam memenuhi pasokan air tanah. Penelitian ini memilih Lereng Barat Gunung Lawu sebagai daerah kajian dengan alasan wilayah ini merupakan salah satu wilayah yang ditunjuk oleh pemerintah sebagai kawasan resapan air. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan Citra Landsat 8 untuk memperoleh parameter-parameter lahan yang digunakan untuk pemetaan kawasan resapan air potensial, Mengetahui kemampuan SIG dalam menentukan dan memetakan kawasan resapan air potensial, dan memetakan kawasan resapan air potensial dan menganalisa kondisi aktual kawasan resapan air terhadap di Lereng Barat Gunung Lawu di Provinsi Jawa Tengah. Pemodelan spasial pada penelitian ini menggunakan data utama berupa Citra Landsat 8 dan data sekunder untuk menspasialkan parameter-parameter pembentuk peta kawasan potensi resapan air. Data-data spasial yang dibutuhkan untuk penelitian ini antara lain jenis tanah, kemiringan lereng, kerapatan vegetasi, bentuklahan, jenis batuan, penggunaan lahan, intensitas hujan, dan hidrogeologi. Parameter jenis tanah, kemiringan lereng, kerapatan vegetasi, bentuklahan, jenis batuan, dan intensitas hujan adalah parameter utama untuk membuat peta kawasan resapan air potensial dengan pendekatan kuantitatif berjenjang. Sedangkan parameter penggunaan lahan, dan hidrogeologi digunakan sebagai parameter parameter kontrol . Hasil dari penelitian ini berupa peta kawasan resapan air potensial di Lereng Barat Gunung Lawu. Kawasan yang berpotensi sedang dalam menyerapkan air ke dalam tanah sebesar 38,52%. Selanjutnya lahan yang berpotensi besar untuk menyerapkan air ke dalam tanah adalah sebesar 49,50%. Selanjutnya wilayah yang memiliki kemampuan menyerapkan air ke dalam tanah yang sangat besar adalah 11,99%. Status kondisi aktual kawasan resapan air berdasarkan penggunaan lahan di Lereng Barat Gunung Lawu 51,8% masih dalam kondisi yang baik, sebagian kecil pada kondisi normal alami, mulai kritis, dan agak kritis. Walaupun merupakan kawasan resapan air yang sangat berpotensial, Lereng Barat Gunung Lawu merupakan area yang langka akan airtanah karena area ini merupakan area dataran tinggi yang sulit menjangkau muka air tanah yang terlampau dalam.

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.