Laporkan Masalah

Perkembangan dan kesesuaian lokasi perumahan dengan rencana detail tata ruang (RDTR) kecamatan Depok dan Gamping kabupaten Sleman

Ridho Aji Purnomo,

2016 | Skripsi |

Keterbatasan lahan untuk membangun rumah dapat memunculkan potensi konflik terkait dengan pemilikan lahan (izin) dan pemanfaatannya (kesesuaian) apabila pengelolaan lahan tidak dilakukan dengan tepat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk a) mengetahui perkembangan sektor perumahan di Depok dan Gamping tahun 2009-2014, b) mengetahui pola persebaran perumahan di Depok dan Gamping, c) mengetahui kondisi perizinan perumahan yang ada di Depok dan Gamping, d) mengetahui tingkat kesesuaian lokasi perumahan dengan RDTR di Depok dan Gamping. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan menitikberatkan kepada pengolahan data sekunder dibantu dengan data primer. Pengambilan data dilakukan melalui instansi terkait berupa data sekunder yang kemudian diolah menggunakan software Microsoft Excel untuk mengetahaui trend perkembangan perumahan dan kondisi perizinannya, serta pengambilan data primer berupa titik lokasi perumahan menggunakan GPS yang kemudian diolah menggunakan software Arcgis 10.1 dan di overlay dengan Peta RDTR Depok & Gamping untuk mengetahui sebaran dan kesesuaiannya dengan RDTR. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa perkembangan perumahan yang terjadi di Depok dan Gamping periode 2009-2014 lebih banyak terdapat di Gamping (40 perumahan) dibandingkan dengan Depok (35 perumahan). Pola persebaran perumahan yang terdapat di Depok dan Gamping adalah random/acak berasosiasi dengan jalan arteri, kolektor dan lokal. Terdapat sebagian perumahan yang belum berizin lengkap di Depok (54% berizin lengkap) dan Gamping (47% berizin lengkap). Terdapat ketidaksesuaian antara lokasi pembangunan perumahan di Kecamatan Depok (14,3% tidak sesuai) dan Kecamatan Gamping (5% tidak sesuai) dengan RDTR di masing-masing kecamatan

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.