Kajian perubahan garis pantai menggunakan citra landsat multitemporal dikota Semarang
Julio Noronha Marques,
2016 | Skripsi |Kota Semarang merupakan ibu kota Provinsi Jawa Tengah. Pembangunan di Kota Semarang sangat berkembang sehingga kebutuhan lahan yang besar mendorong kegiatan reklamasi. Pengaruh kegiatan reklamasi berdampak terhadap dinamika garis pantai di pesisir Kota Semarang. Tujuan Penelitian ini adalah mengidentifikasi perubahan garis pantai Kota Semarang menggunakan citra Landsat TM tahun 1994,2004 dan 2014 dan menganalisis laju perubahan garis pantai di Kota Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah interpretasi citra dan survey lapangan. Hasil analisis perubahan garis pantai dilakukan dengan tumpang susun (Overlay), serta metode single transect untuk menghasilkan panjang rata-rata perubahan garis pantai. Tumpang susun peta tentatif 1994-2004 dan peta tentatif 2004-2014 akan menghasilkan peta perubahan garis pantai selama sepuluh tahunan. Hasil penelitian ini menunjukan perubahan garis pantai di Kota Semarang di dominasi oleh reklamasi seluas 35,9 hektar di tahun 1994-2004 dan 241,9 hectar di tahun 2004-2014; serta abrasi seluas 108,78 hektar tahun 1994-2004 dan 73,7 hektar di tahun 2004-2014. Proses sedimentasi di Kota Semarang sangat kecil yaitu dengan luas 19,34 hectar di tahun 1994-2004 dan 2,14 hektar di tahun 2004-2014. Kawasan yang mengalami reklamasi di pesisir Kota Semarang kebanyakan ada di Kecamatan Semarang Barat, Semarang Utara serta sebagian Kecamatan Tugu yang mengarah ke Kecamatan Semarang Barat, sementara abrasi pantai umumnya terjadi di kawasan pesisir Kecamatan Genuk,Semarang Utara sebelah barat, dan sebagian Kecamatan Tugu. Faktor hidrooseanografi,penurunan tanah dan rekayasa manusia cukup berpengaruh dalam dinamika perubahan garis pantai pesisir Kota Semarang
Kata Kunci :