Laporkan Masalah

Tingkat kerusakan lingkungan karst didaerah tangkapan air Bribin-Baron Gunungkidul

Nurshima Nezaputri,

2016 | Skripsi |

Kawasan karst di Daerah Tangkapan Air (DTA) Bribin-Baron, Gunungkidul memiliki fungsi sebagai ekosistem, regulator hidrologi penyimpan cadangan air bersih terbesar, serta sebagai wadah terjadinya interaksi manusia yang tinggal didalamnya. Aktivitas manusia dalam memanfaatkan dan mengelola kawasan karst dapat memengaruhi kelangsungan fungsi ekosistem karst. Tujuan penelitian ini adalah: (1) menganalisis jenis persebaran kerusakan lingkungan karst di Daerah Tangkapan Air Bribin-Baron, Gunungkidul; dan (2) menganalisis tingkat kerusakan lingkungan karst di Daerah Tangkapan Air Bribin-Baron, Gunungkidul. Metode pengambilan dan analisis data kerusakan lingkungan karst dilakukan secara purposive sampling yang berbasis pada satuan bentuklahan karst. Kerusakan lingkungan karst diidentifikasi dengan menggunakan indikator singkapan batuan, tutupan vegetasi, keberadaan kelelawar, dan kerusakan telaga. Klasifikasi tingkat kerusakan dilakukan dengan menggunakan metode skoring sehingga didapat kelas kerusakan lingkungannya. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar DTA Bribin-Baron mengalami kerusakan berat. Indikator yang paling memengaruhi kerusakan lingkungan merupakan singkapan batuan. Sebagian besar wilayah DTA Bribin-Baron mengalami singkapan batuan rusak akibat penambangan batugamping. Indikator telaga mengalami kerusakan sedang akibat sedimentasi yang tinggi serta kurangnya wilayah pemasok air. Sedangkan indikator lainnya mengalami kerusakan sedang dan ringan. Faktor yang memengaruhi kerusakan lingkungan karst antara lain aktivitas manusia yang semakin meningkat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi, serta minimnya pengawasan dan rehabilitasi di kawasan karst DTA Bribin-Baron.

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.