Pemetaan zonasi harga lahan dikecamatan Mergangsan kota Yogyakarta tahun 2015 dengan memanfaatkan citra quickbird
Bestson Muttaqien,
2016 | Skripsi |Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki keistimewaan bentanglahan yang kurang dikenal dan kurang dikembangkan. Informasi bentanglahan dapat diketahui melalui informasi sumberdaya lahan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memperkenalkan keistimewaan dari Daerah Istimewa Yogyakarta dengan informasi sumberdaya lahan dalam bentuk peta. Setelah itu, informasi tersebut dikemas kembali dengan lebih menarik dalam bentuk atlas digital agar menghasilkan informasi yang lebih komprehensif dan sistematis. Hal ini memberikan informasi bentanglahan secara berbeda. Pembuatan informasi sumberdaya lahan menggunakan pendekatan genetik yang diperkenalkan oleh van Zuidam tahun 1979. Informasi sumberdaya lahan dan informasi lainya menjadi basis data untuk pembuatan atlas digital. Selanjutnya, Basis data akan melalui tahap desain dan tahap konstruksi. Hasil dari tahapan tersebut adalah peta analitik dan peta sintetik yang berisi informasi sumberdaya lahan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Peta analitik yang dihasilkan adalah Peta Bentuklahan, Peta Lereng, Peta Lithologi, Peta Tanah, Peta Penutup Lahan, Peta Hidrologi, dan Peta Iklim. Peta sintetik yang disajikan adalah Peta Kesesuaian Lahan dan Peta evaluasi lahan. Informasi sumberdaya lahan dan multimedia seperti deskripsi, tabel, dan gambar dapat disatukan menjadi atlas sumberdaya lahan. Perangkat lunak utama yang dipakai untuk membuat atlas digital adalah Macromedia Authorware 7.1. Hasil informasi sumberdaya lahan berupa peta-peta yang dikemas dalam bentuk atlas membuat informasi lebih komunikatif dan komprehensif. Atlas Sumberdaya Lahan Daerah Istimewa Yogyakarta dapat menunjukkan profil wilayah dan dapat digunakan untuk media pembelajaran.
Kata Kunci :