Penilaian kesehatan tanah untuk penentuan prioritas konservasi tanah di DAS Bendo Kompleks gunungapi Ijen kabupaten Banyuwangi provinsi Jawa Timur
Al Fidiashtry,
2016 | Skripsi |Penelitian ini dimaksudkan untuk menciptakan kelestarian lingkungan melalui pendekatan keilmuwan kesehatan tanah. Penelitian bertujuan untuk (1) menentukan jenis indikator kinerja tanah untuk penilaian kesehatan tanah di DAS Bendo (2) mengukur indikator kinerja tanah yang disusun menjadi Minimum Data Set (MDS) untuk penilaian kesehatan tanah di DAS Bendo, (3) melakukan klasifikasi kesehatan tanah di DAS Bendo, dan (4) menyusun prioritas konservasi tanah berdasarkan kondisi kesehatan tanah di DAS Bendo. Penelitian dilakukan berdasarkan pendekatan bentanglahan dengan menggunakan kombinasi antara satuan bentuklahan dan bentuk penggunaan lahan sebagai satuan analisis. Ada sebanyak 22 titik sampel pengamatan lapangan di seluruh DAS Bendo yang kemudian dilengkapi dengan uji laboratorium. Penilaian kesehatan tanah menggunakan 14 variabel utama, yang selanjutnya disebut indikator kinerja tanah. Indikator-indikator kinerja tanah untuk kemudian dianalisis secara numerik berbasis metode skoring. Total skor pada seluruh indikator kinerja tanah dijumlahkan dan dikelompokkan menjadi 5 klas kesehatan tanah. Prioritas konservasi tanah disusun menggunakan analisis spasial dengan mendahulukan tindakan konservasi pada tanah dengan klas kesehatan paling rendah. Fungsi produksi, fungsi ekologis, dan faktor pembatas juga menjadi pertimbangan tambahan dalam penentuan prioritas konservasi tanah. Hasil yang didapatkan dari 14 indikator yang dinilai ada 13 indikator yang masuk dalam MDS yang terdiri atas warna tanah, kadar air, lereng, tekstur tanah, struktur tanah, bahan organik, pH (H2O), populasi cacing tanah, tanaman penutup tanah (LCC), erosi tanah, padatan tanah, nilai penetrasi tanah, dan kinerja tanaman. Klasifikasi kesehatan tanah yang dilakukan di DAS Bendo menghasilkan dua kelas yaitu tanah cukup sehat dan tanah sehat. Prioritas konservasi tanah di DAS Bendo dibagi menjadi 3 zonasi yaitu Prioritas I, II, dan III yang disusun berdasarkan tingkat kesehatan tanah, fungsi produksi, fungsi ekologis, dan faktor pembatas yang ada pada setiap satuan lahan.
Kata Kunci :