Mobilitas vertikal dan horisontal : Kasus pedagang bubur kacang hijau dikecamatan Mergangsan Yogyakarta
Heti Nurwinda,
2016 | Skripsi |Usaha sektor informal di Yogyakarta berkembang karena terdapat beragam fasilitas pendidikan dan tempat usaha (formal dan informal) sehingga jumlah pendatang meningkat. Hal ini dimanfaatkan oleh sektor informal seperti warung bubur kacang hijau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan mobilitas vertikal (dinamika ketenagakerjaan) dan mobilitas horisontal (cakupan ruang gerak) terhadap keberhasilan pedagang bubur kacang hijau. Metode penelitian adalah kualitatif life history (pengalaman hidup) dalam mengupas perjalanan hidup seorang pedagang warung burjo. Sumber data yang digunakan adalah data primer. Analisis data menggunakan teknik pemilihan, kategorisasi, dan pengarsipan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Faktor yang mempengaruhi keberhasilan sektor informal adalah motivasi, pengalaman dan pengetahuan, lingkungan keluarga dan juga lingkungan bekerja (minat dan bakat serta partner kerja). Faktor-faktor tersebut dipengaruhi dan mempengaruhi mobilitas vertikal (dinamika ketenagakerjaan) dan mobilitas horisontal (cakupan ruang gerak). Kesimpulannya adalah adanya peranan penting Mobilitas vertikal (dinamika pekerjaan) dan Mobilitas horisontal (cakupan ruang gerak) terhadap keberhasilan usaha sektor informal.
Kata Kunci :