Laporkan Masalah

Pemanfaatan citra landsat 8 dan SRTM untuk pemetaan ketersediaan airtanah : Kasus daerah Klaten Utara provinsi Jawa Tengah

Rahadian Her Jati Kuncara,

2016 | Skripsi |

Airtanah merupakan sumber air yang vital untuk berbagai kebutuhan. Klaten bagian utara merupakan daerah yang terletak pada lereng kaki Gunung Merapi. Dewasa ini pemanfaatan air dalam jumlah besar seperti industri dan perumahan mempengaruhi airtanah, sehingga diperlukan studi terkait ketersediaan airtanah. Penelitian ini menggunakan Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis untuk memetakan ketersediaan airtanah. Citra yang digunakan berupa Landsat 8 dan SRTM untuk interpretasi parameter lahan. Data lain yang digunakan meliputi Peta Geologi, Peta Rupabumi, dan Peta Tanah sebagai acuan identifikasi. Parameter lahan yang dihasilkan meliputi: litologi, bentuklahan, pola kelurusan, kemiringan lereng, kerapatan drainase, penutup lahan, dan tekstur tanah. AHP digunakan dalam pembobotan parameter lahan melalui metode SMCE untuk menghasilkan peta ketersediaan airtanah. Uji akurasi termasuk baik dengan tingkat akurasi sebesar 88,23% untuk penutup lahan, 89,13 % untuk bentuklahan, 92% untuk litologi, 76% untuk tekstur tanah, dan 83,72% untuk kemiringan lereng. Hasil uji akurasi pemetaan ketersediaan airtanah memiliki nilai sebesar 72,72%.

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.