Persebaran salinitas airtanah dan kebutuhan air domestik untuk kawasan yang terdampak dikecamatan Kedung kabupaten Jepara provinsi Jawa Tengah
Ilham Erie Maulana,
2016 | Skripsi |Penelitian terkait salinitas airtanah ini dilakukan pada akuifer bebas di Kecamatan Kedung. Salinitas yang tinggi pada airtanah terjadi akaibat adanya percampuran air tanah dengan unsur garam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah proprosive random sampling dengan membagi wilayah kajian berdasarkan morfologi permukaannya. Pemilihan lokasi penelitian didasarkan pada peta hidrogeologi yang menunjukkan bahwa di Kecamatan Kedung memiliki airtanah yang bersifat asin hingga tawar. Salinitas airtanah di Kecamatan Kedung di dekat garis pantai disebabkan dua aspek yaitu air laut yang menerobos masuk ke akuifer dan rembesan air asin dari permukaan. Salinitas airtanah yang sangat luas disebabkan daratan yang sekarang merupakan hasil pengendapan di lautan . Sifat airtanah di Kedung dari seluruh akuifer adalah 14 % berupa airtanah asain, airtanah payau 48 % dan air tawar 38%. Airtanah tawar mayoritas berada pada akuifer dengan formasi batuan tuffa muria. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa masyarakat yang memiliki sifat airtanah bersifat payau hingga asin sebanyak 19202 jiwa. Kebutuhan air domestik penduduk di Kecamatan Kedung adalah sebanyak 70 liter/ hari, sehingga kebutuhan air domestik total penduduk yang terdampak salinitas pada airtanah sebanyak 1.344.378 liter/hari. Kondisi lingkungan yang demikian menjadikan manusia akan beradaptasi kondisi alam tempat tinggalnya, baik dalampemanfaatan lahan maupun dalam kegiatan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan. Wujud adaptasi dari aspek pemanfaatan laha adalah dengan menjadikan Kecamatan Kedung bagian barat sebagai tambak dan bagian timur sebagai sawah. Adaptasi dalam kegiatan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan yaitu dengan bekerja sebagai petani (sawah, tambak ikan atau tambak garam) ataupun nelayan. Adaptasi juga dilakukan untuk meminimalisir ancaman bencana di daerah tersebut, seperti pembuatan tanggul, bendung ataupun bendungan dan sudetan untuk mencegah meluasnya banjir rob.
Kata Kunci :