Strategi penghidupan petani peri urban dikabupaten Bantul : Kasus Desa Ngestiharjo kecamatan Kasihan dan Desa Jambidan kecamatan Banguntapan
Marcelina Dian Christyanti,
2016 | Skripsi |Perkembangan wilayah yang terjadi di Kota Yogyakarta tidak terlepas dari adanya pengaruh pertumbuhan penduduk yang terjadi setiap tahunnya sehingga menyebabkan adanya peningkatan kegiatan. Peningkatan kegiatan penduduk ini tidak berbanding lurus dengan ketersediaan lahan di kota yang terbatas. Perubahan pemanfaatan lahan pertanian menjadi non-pertanian untuk memenuhi kebutuhan penduduk menjadi marak dilakukan, terutama di daerah pinggiran kota. Ketersediaan lahan pertanian di pinggiran Kota Yogyakarta yang semakin berkurang akan mengancam penduduk yang bermatapencaharian sebagai petani. Penelitian ini memiliki tiga tujuan, yaitu 1) mengetahui ketersediaan dan kondisi lahan sawah di daerah kajian penelitian, 2) mengetahui komponen-komponen penghidupan (aset, akses, dan aktivitas) petani, dan 3) mengetahui strategi penghidupan yang dilakukan oleh petani pada daerah kajian. Metode yang digunakan adalah mixed-method dengan teknik pengambilan sampel secara purposif sebanyak 27 orang di mana responden yang dipilih adalah petani yang memiliki lahan sawah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui indept interview kepada responden dan observasi lapangan. Analisis hasil dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di daerah kajian masih tersedia lahan sawah namun luasnya mengalami pengurangan setiap tahunnya. Kondisi lahan sawah yang subur di daerah kajian mampu menghasilkan produktivitas pertanian di atas rata-rata produktivitas pertanian Kabupaten Bantul. Penguasaan aset penghidupan (alam, fisik, manusia, sosial, dan finansial) yang berbeda mempengaruhi strategi penghidupan petani. Strategi penghidupan dilakukan oleh petani adalah dengan melakukan diversifikasi matapencaharian. Diversifikasi matapencaharian petani di Desa Ngestiharjo adalah berdagang, sedangkan diversifikasi matapencaharian petani di Desa Jambidan adalah menjadi buruh di industri batu bata.
Kata Kunci :