Kajian kerawanan longsor tebing berdasarkan karakteristik geomorfologi alur sungai Bendo kabupaten Banyuwangi provinsi Jawa Timur
Reineta Puspitasari,
2016 | Skripsi |Longsor tebing merupakan salah satu proses geomorfologi yang dapat terjadi di tebing sungai. Lokasi penelitian berada di Sungai Bendo. Sungai Bendo merupakan sungai yang berhulu di Gunungapi Merapi, Rante, dan Ijen Muda, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Tujuan dari penelitian ini yaitu : (1) mengidentifikasi karakteristik fisik bagian hulu, tengah, dan hilir di Sungai Bendo (2) mengidentifikasi karakteristik longsor tebing di Sungai Bendo dan (3) menentukan kerawanan longsor tebing di Sungai Bendo. Penentuan zonasi Sungai Bendo berdasarkan karakteristik morfologi alur sungai, material penyusun, dan proses geomorfologi. Pengamatan dan survei lapangan diterapkan dalam penelitian untuk mengetahui karakteristik longsor tebing. Analisis terhadap kerawanan longsor tebing secara deskriptif dengan pengharkatan 4 parameter, yaitu kemiringan lereng tebing, tinggi tebing, penggunaan lahan, dan material penyusun tebing. Berdasarkan hasil penelitian, Sungai Bendo terbagi ke dalam tiga zonasi, yaitu hulu, tengah, dan hilir. Bagian hulu mengalami proses erosi secara vertikal, sehingga terbentuk lembah-lembah sungai yang dalam (baranco). Bagian tengah mempunyai kenampakan yang khas berupa lembah sungai berbentuk V melebar. Bagian hilir memiliki kenampakan relief secara makro berupa datar-landai dengan proses erosi secara lateral, sehingga lembah sungai U melebar. Longsor tebing di Sungai Bendo dipengaruhi kondisi morfologi dan material penyusun tebing. Tipe longsor tebing berupa robohan, jatuhan, longsoran translasional, dan rotasional dengan dominasi longsoran translasional berjumlah 41 kejadian. Kerawanan longsor tebing diklasifikasikan ke dalam kelas rendah, agak rendah, sedang, dan tinggi. Kerawanan tinggi banyak dijumpai pada segmen sungai bagian atas (segmen 1, 2, dan 4) karena pengaruh kondisi kemiringan lereng tebing >45%, tinggi tebing >10 meter, penggunaan lahan berupa sawah atau permukiman dengan material penyusun tebing berupa consolidated material (breksi) dan unconsolidated material (andesit dan breksi)
Kata Kunci :