Laporkan Masalah

Efisiensi jumlah stasiun hujan untuk analisis hujan tahunan di provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta

Asal Izmi,

2016 | Skripsi |

Data curah hujan yang baik dapat diperoleh dari hasil perekaman yang dijaga dan selalu dipantau. Rekaman data stasiun hujan dipengaruhi oleh kondisi stasiun hujan dan persebarannya. Salah satu faktor yang menyebabkan hujan adalah topografi, oleh karena itu perlu diperhatikan kondisi topografi terkait pemasangan stasiun hujan. Semakin banyak keberadaan stasiun hujan maka semakin detail data curah hujan yang terekam. Jumlah stasiun hujan yang efisien penting untuk diperhatikan. Tujuan dari penelitian ini adalah; (1) Mengetahui persebaran keruangan hujan di Provinsi Jawa Tengah dan DIY (2) Mengetahui efisiensi sebaran stasiun hujan di Provinsi Jawa Tengah dan DIY. Metode yang dilakukan untuk mengetahui persebaran keruangan hujan adalah isohyet dengan metode interpolasi Kriging, sedangkan untuk mengetahui konsistensi sebaran stasiun hujan menggunakan Kagan-Rodda. Data yang digunakan adalah data curah hujan bulanan tahun 1990-1999 di Jawa Tengah dan DIY serta Peta RBI Jawa Tengah dan DIY skala 1:25.000. Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, analisis grafis, dan analisis komparatif. Kondisi curah hujan wilayah Jawa Tengah dan DIY tidak merata di seluruh wilayah. Wilayah barat memiliki curah hujan yang lebih tinggi sedangkan wilayah timur merupakan daerah bayangan hujan. Tahun 1997-1998 terjadi anomali curah hujan akibat adanya el-nino. Hubungan antara hujan wilayah dengan ketinggian sebesar r: 0,24 yang berarti hubungan antara keduanya lemah. Koefisien variasi data hujan setiap tahun sebesar 0,138 dan radius korelasi antar stasiun sebesar 0,5017. Hasil perhitungan Kagan-Rodda yang dipakai adalah jumlah 118 stasiun dengan jarak antar simpul 17,27 km2, kesalahan perataan 0,2% dan kesalahan interpolasi 2,3%. Curah hujan di beberapa wilayah cukup bervariasi, dapat dilihat dari hujan wilayah tahunan yang persebarannya beragam. Terdapat beberapa stasiun (hasil aplikasi model Kagan Rodda) yang efisien karena jumlahnya sedikit dan dapat mewakili curah hujan disekitarnya, tetapi ada beberapa daerah yang kurang efisien karena terlalu banyak stasiun hujan untuk curah hujan yang homogen. Untuk penentuan hujan tahunan, jumlah stasiun yang terpasang sebaiknya tidak terlalu banyak. Kelemahan dari model Kagan Rodda adalah hanya memperhatikan parameter hujan dan luas wilayahnya.

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.