Valuasi ekonomi hutan kota Tebet Jakarta Selatan di DKI Jakarta
Nur Rally Anjani,
2015 | Skripsi |Perkembangan kota yang semakin meningkat telah mengurangi ketersediaan ruang terbuka hijau (RTH) di DKI Jakarta. Manfaat dari hutan kota sebagai bagian RTH sering kali diabaikan oleh masyarakat. Valuasi ekonomi menjadi suatu alat untuk menghitung kehilangan nilai manfaat ekosistem hutan kota jika tidak dijaga kelestariannya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menghitung nilai ekonomi total hutan kota (nilai guna langsung, nilai guna tidak langsung, dan nilai bukan guna); (2) mengetahui persepsi masyarakat terhadap kondisi fisik dan non-fisik hutan kota Tebet. Hasil pengolahan data dianalisis secara statistik deskriptif. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan teknik valuasi ekonomi untuk menghitung nilai ekonomi total. Persepsi pengunjung terhadap kondisi fisik dan non-fisik hutan kota diketahui dengan wawancara terhadap responden. Hasil wawancara diolah dengan skoring skala likert, sehingga didapatkan kondisi fisik dan non-fisik hutan kota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai Ekonomi Total Hutan Kota Tebet per tahun sebesar Rp. 1.421.409.894,- yang terdiri dari nilai guna langsung Rp. 325.548.505, nilai guna tidak langsung Rp. 747.560.049, dan nilai guna tidak langsung Rp. 348.301.340. Hasil analisis kondisi fisik dan non-fisik didapatkan presentase skala likert sebesar 73% dan 85%. Presentase tergolong kelas tinggi yang artinya HK Tebet memliki kondisi fisik dan kondisi non-fisik yang baik. Pengelolaan hutan kota Tebet yang baik menjadi salah satu contoh pengelolaan hutan kota untuk pembangunan keberlanjutan.
Kata Kunci :