Pemanfaatan citra Geoeye-1 dan sistem informasi geografis untuk kajian efektivitas jangkauan pelayanan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) dikecamatan Mertoyudan kabupaten Magelang
Zidni Farhati Silmi,
2016 | Skripsi |Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) merupakan salah satu jenis fasilitas kesehatan yang menyediakan pelayanan kesehatan perorangan yang bersifat non spesialistik. Penggunaan FKTP oleh masyarakat saat ini semakin meningkat mengingat tidak adanya fasilitas kesehatan tingkat lanjut di Kecamatan Mertoyudan dan telah adanya sistem Jaminan Kesehatan Nasional dimana FKTP merupakan gerbang utama dalam memperoleh pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan 1)mengetahui akurasi citra GeoEye-1 dalam mengekstraksi informasi kepadatan permukiman, pola permukiman, lokasi permukiman, keberadaan pohon pelindung, dan jaringan jalan, 2)mengetahui tingkat kebutuhan masyarakat terhadap FKTP, 3)mengetahui keterpenuhan jangkauan pelayanan FKTP, 4)membuat peta mengenai tingkat efektivitas jangkauan pelayanan FKTP. Penentuan tingkat efektivitas jangkauan pelayanan FKTP dilakukan dengan matching antara jumlah potensi demand terhadap FKTP dan keterpenuhan jangkauan pelayanan FKTP. Jumlah potensi demand merupakan hasil pengharkatan dari setiap parameter hasil interpretasi visual citra GeoEye-1 yang didukung dengan kegiatan lapangan dan data sekunder. Validasi model potensi demand terhadap FKTP menggunakan incidence rate penyakit DBD, chikungunya, dan TB Paru tahun 2014. Keterpenuhan jangkauan pelayanan FKTP merupakan penggabungan jangkauan pelayanan dari setiap jenis FKTP. Jangkauan pelayanan setiap jenis FKTP diperoleh dari analisa jaringan menggunakan ekstensi service area. Tingkat ketelitian intepretasi citra GeoEye-1 berkisar antara 86,25% hingga 93,01%. Jumlah potensi demand terhadap FKTP di Kecamatan Mertoyudan didominasi oleh kelas ‘rendah’ yaitu 55,38% dari jumlah penduduk. Keterpenuhan jangkauan pelayanan didominasi oleh kelas ‘kurang terpenuhi’ yaitu 40,10% dari luas wilayah. Hasil menunjukkan jika terdapat 423,65 hektar wilayah permukiman tergolong kurang efektif dan 695,04 hektar wilayah permukiman tergolong efektif terlayani FKTP. Desa yang memiliki kelas ‘efektif’ terluas berada pada Desa Jogonegoro dimana 80,25% dari luas keseluruhan permukimannya tergolong dalam kelas ‘efektif’.
Kata Kunci :