Laporkan Masalah

Penilaian lingkungan fisik permukiman kumuh dikawasan pesisir kota Semarang

Winda Hanifah,

2016 | Skripsi |

Penilaian kawasan permukiman kumuh di kawasan pesisir menarik untuk dikaji karena hampir sebagian besar kondisi permukiman di seluruh pesisir Indonesia tergolong kumuh atau kurang mendapatkan perhatian. Salah satunya berada di kawasan pesisir Kota Semarang yang sudah berlangsung lama, kondisi ini disebabkan oleh berbagai faktor yang terkait antara satu dengan lainnya. Kawasan kumuh pesisir Semarang paling tinggi terjadi di Kelurahan Tanjung Mas dengan luasan mencapai 37,63 Ha dari total luas wilayahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kekumuhan kawasan permukiman Tambak Mulyo yang merupakan salah satu bagian wilayah Tanjung Mas, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkannya. Penelitian ini melibatkan masyarakat Tambak Mulyo yang berjumlah 163 orang. Pengumpulan data yang digunakan adalah pengkajian data sekunder, observasi, dan wawancara singkat. Metode penilaian tingkat kumuh kawasan permukiman dilakukan dengan sistem penilaian dengan skala tertentu terhadap indikator kondisi bangunan dan ketersediaan prasarana. Dari hasil penilaian selanjutnya dilakukan kategorisasi menjadi tiga tingkat kekumuhan yaitu kumuh ringan, sedang, dan berat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh wilayah RW di Tambak Mulyo memiliki tingkat kekumuhan yang tergolong sedang (skala 37 – 53) , dimana bangunan rumah di wilayah ini dapat dikatakan kurang layak huni. Beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan kawasan permukiman kumuh di Tambak Mulyo yaitu jarak kedekatan dengan pusat kota, kemampuan ekonomi masyarakat rendah, pola perilaku masyarakat tidak sadar terhadap lingkungan, dan adanya ancaman banjir rob dan penurunan tanah.

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.