Laporkan Masalah

Analisis citra satelit multitemporal untuk deteksi perubahan penggunaan lahan dengan menggunakan metode postclassification di sebagian DKI Jakarta

Seno Aji Pangestu,

2015 | Skripsi |

Perubahan penggunaan lahan di DKI Jakarta terjadi sangat cepat dan tidak terkendali dari tahun ke tahun. Selama ini karakteristik perubahan yang terjadi belum dikaji secara komprehensif untuk mengetahui bagaimana karakteristik perubahannya. Melalui teknik penginderaan jauh dengan menggunakan metode Post-Classification Comparisson, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakterisitik perubahan penggunaan lahan yang terjadi di DKI Jakarta pada tahun 2007-2012 yang meliputi jenis perubahan penutup/penggunaan lahan yang dominan, luasan perubahan penutup/penggunaan lahan, serta untuk mengetahui pola perubahan dan perkembangan fisik kota yang terjadi. Penelitian ini juga bertujuan untuk melakukan analisis terhadap pola perubahan penggunaan lahan yang terjadi selama 2007-2012 serta menguji tingkat akurasi SPOT-4 dalam mengekstraksi informasi penutup lahan di DKI Jakarta. Analisis yang dilakukan menitikberatkan pada pola perubahan yang terjadi dengan melihat perubahan dari penggunaan lahan berupa lahan non terbangun menjadi lahan terbangun. Perubahan penggunaan lahan yang paling dominan dan besarnya luas perubahan yang terjadi selama 2007-2012 diperoleh dari “from to” matriks yang dihasilkan dengan post-classification comparisson. Berdasarkan penelitian ini diketahui bahwa karakteristik perubahan penggunaan lahan yang terjadi di DKI Jakarta dari tahun 2007-2012 didominasi oleh perubahan dari bangunan permukiman kota menjadi bangunan industri perdagangan dan jasa. Selama kurun waktu 2007 hingga 2012, luasan penggunaan lahan bangunan permukiman kota meningkat sebesar 27.9 km2 ; serta bertambah sebesar 7,87 km2 untuk penggunaan lahan bangunan industri perdagangan dan jasa. Arah perkembangan kota Jakarta bersifat tetap dimana perkembangan fisik kota ini sudah tersebar merata keseluruh batas administratif dari kota ini. Pola penggunaan lahan berupa tubuh air seperti saluran air, waduk, dan danau cenderung mengelompok di bagian utara Jakarta. Akurasi citra penginderaan jauh (SPOT-4) dalam klasifikasi penutup lahan di DKI Jakarta pada tahun 2007 bernilai sebesar 88%, sedangkan pada tahun 2012 memiliki akurasi sebesar 86%.

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.