Laporkan Masalah

Dampak abu vulkanik erupsi gunungapi Merapi 2010 terhadap produksi padi dikabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta

Yusuf Amri,

2015 | Skripsi |

Letusan Gunungapi Merapi tahun 2010 mengeluarkan material sebanyak lebih dari 100 juta m3 dan berdampak pada sektor pertanian di Kabupaten Sleman. Erupsi tersebut mengakibatkan 341 jiwa meninggal, 61.154 mengungsi, dan 368 jiwa terluka. Lahan sawah yang rusak akibat erupsi seluas 92,32 ha. Rusaknya lahan pertanian khususnya lahan sawah turut mempengaruhi jumlah produksi tanaman pangan di Kabupaten Sleman. Kabupaten Sleman adalah produsen padi terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta. Produksi padi turun signifikan dari tahun 2010 ke 2011. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi spasial dari produksi padi dan besar dampak erupsi Gunungapi Merapi tahun 2010 terhadap produksi padi di Kabupaten Sleman. Klasifikasi produksi padi dilakukan menggunakan metode quantile. Besar dampak erupsi terhadap produksi padi diukur dengan metode uji statistik korelasi. Data yang digunakan adalah rata-rata tebal abu vulkanik erupsi Gunungapi Merapi tahun 2010, produksi padi, luas sawah, luas panen, dan produktivitas sawah tahun 2007-2013. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis statistik uji korelasi pearson. Hasil penelitian ini adalah adanya fluktuasi produksi padi di Kabupaten Sleman. Produksi padi naik dari tahun 2007 – 2009. Produksi mulai turun sejak 2009-2011. Produksi padi turun 12,46% satu tahun pascaerupsi. Tahun 2011-2012 produksi naik 34,57%. Hasil uji statistik korelasi antara rata-rata tebal abu dan produksi padi diperoleh nilai Sig (2.tailed) = 0,745 (hubungan tidak signifikan). Abu vulkanik berdampak langsung di kecamatan Turi, Pakem, dan Cangkringan. Penurunan produksi padi di 9 kecamatan lain diduga akibat faktor hama.

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.