Laporkan Masalah

Aplikasi model soil water and assesment tool (SWAT) untuk mengkaji debit harian dan limpasan permukaan : Kasus sub DAS Wakung, Pemalang, Jawa Tengah

Noor Adhi Sakti,

2015 | Skripsi |

Penelitian ini dilakukan di Sub DAS Wakung yang merupakan bagian hulu dari DAS Comal. Sub DAS Wakung terletak di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Lokasi DAS yang terletak di bagian hulu sering mengalami kendala pada saat kegiatan monitoring dan evaluasi DAS dikarenakan kondisi data debit yang kualitasnya buruk. Penggunaan model SWAT dalam penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data debit serta menentukan daerah yang meberikan limpasan permukaan paling besar di Sub DAS Wakung. Berdasarkan data debit nantinya dapat dihitung nilai koefisien regim aliran (KRA) untuk menentukan kondisi hidrologi di Sub Das Wakung. Model SWAT dalam pengoprasiannya membutuhan input berupa data karakteristik tanah, data penggunaan lahan, data klimatologi dan data DEM. Data input tersebut nantinya akan diolah dalam model SWAT sehingga mendapatkan beberapa output. Dalam penelitian ini output yang digunakan berupa data debit harian dan tebal limpasan permukaan untuk masing-masing sub DAS. Data debit yang didapatkan diolah kembali untuk menghitung KRA. Nilai KRA yang didapat nantinya digunakan untuk indicator dalam menilai kondisi hidrologi DAS. Perhitungan nilai KRA untuk data debit hasil model (KRA=9,49) menggambarkan kondisi hidrologi yang baik di Sub DAS Wakung, sedangkan untk nilai KRA dari data debit observasi (KRA=26,21) menggambatkan kondisi hidrolgoi yang buruk di Sub DAS Wakung. Perbedaan nilai KRA yang cukup signifikan dikarenakan adanya anomali pada data debit observasi. Sedangkan untuk sub DAS yang menyumbang limpasan permukaan paling besar berasal dari Sub DAS nomor 10, 13, 14, 19, 21, 29, dan 32. Tingginya limpasan permukaan di ke-tujuh sub DAS dikarenakan tanahnya yang didominsai tektur l

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.