Laporkan Masalah

Pemanfaatan penginderaan jauh dan sistem informasi geografis untuk analisis hubungan kejadian penyakit Tuberkulosis terhadap kondisi rumah dikecamatan Banguntapan

Insan Wastuwidya Mahardiani,

2015 | Skripsi |

Pemanfaatan penginderaan jauh dapat mempermudah saat melakukan cek lapangan. Sistem Informasi Geografis dapat membantu analisis distribusi spasial dan pembuatan data spasial di bidang kesehatan. Tujuan dari penelitian ini (1) mengetahui kemampuan Penginderaan Jauh dalam mengekstraksi parameter kondisi fisik rumah di Kecamatan Bangutapan, (2) mengkaji kemampuan Sistem Informasi Geografis untuk mengetahui persebaran penderita tuberkulosis di Kecamatan Banguntapan, (3) mengetahui parameter kondisi rumah yang paling mempengaruhi kejadian penyakit tuberkulosis, dan (4) mengetahui kemampuan Sistem Informasi Geografis untuk membuat peta risiko terjadinya penyakit tuberkulosis. Penelitian ini menggunakan citra satelit GeoEye, peta RBI skala 1:25.000, dan data tabular alamat penderita tuberkulosis tahun 2010-2014 serta data jumlah penduduk di Kecamatan Banguntapan tahun 2010-2014. Metode pengumpulan data berupa studi kasus kontrol (case control study) dengan jumlah kasus dan kontrol 131 rumah. Metode pengolahan data adalah tabulasi silang (crosstab) perhitungan korelasi pearson (pearson correlation). Analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan pembuatan data spasial berupa peta serta kualitatif berupa analisis peta dan tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penginderaan jauh memiliki tingkat efektivitas yang baik dalam mengekstraksi parameter kondisi fisik rumah dengan tingkat ketelitian 95,96% untuk kepadatan permukiman dan 100% untuk kondisi fisik bangunan, (2) Sistem Informasi Geografis dapat digunakan untuk mengetahui persebaran penderita tuberkulosis dengan Average Nearest Neighbour tergolong mengumpul (clustered), (3) Parameter kondisi rumah yang paling mempengaruhi kejadian penyakit tuberkulosis adalah parameter pencahayaan berdasarkan analisis tabulasi silang (crosstab) dengan perhitungan korelasi (correlation) sebesar 0,977 mengindisikan bahwa hubungan tersebut sangat kuat, (4) Sistem Informasi Geografis (SIG) dapat digunakan untuk membuat peta risiko terjadinya penyakit tuberkulosis dengan melakukan tumpangsusun (overlay) antara peta kejadian penyakit tuberculosis dengan peta kondisi rumah.

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.