Aplikasi citra quickbird dan sistem informasi geografis untuk kajian agihan permukiman kumuh disebagian kota Yogyakarta
Josua Hamonangan Sinaga,
2015 | Skripsi |Permukiman kumuh yang ada di suatu kota dapat membuat ketidaksehatan lingkungan permukiman. Perkembangan teknologi penginderaan jauh dan sistem informasi geografis dapat dimanfaatkan untuk menyediakan data kekumuhan permukiman. Adapun Citra Quickbird yang dapat menampilkan kenampakan obyek geografis yang cukup detil, dapat digunakan untuk penilaian parameter-parameter permukiman kumuh. Penelitian ini bertujuan dalam memanfaatkan Citra Quickbird dan sistem informasi geografis untuk memperoleh parameter-parameter yang digunakan dalam menentukan permukiman kumuh, memetakan agihan permukiman kumuh, mengevaluasi peranan penginderaan jauh dan sistem informasi geografis dalam pemetaan permukiman kumuh, dan hasil pemetaan permukiman kumuh di sebagian Kota Yogyakarta Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu penggabungan hasil interpretasi Citra Quickbird Tahun 2009 dengan kerja lapangan Tahun 2014 untuk mengidentifikasi parameter penentu permukiman kumuh antara lain kepadatan permukiman, keteraturan permukiman, ukuran permukiman, kemudahan jangkauan permukiman, kondisi jalan lingkungan permukiman, drainase permukiman, prasarana air bersih permukiman, dan kondisi tempat pembuangan sampah sementara permukiman. Penentuan sampel dilakukan dengan metode proportionated stratified random sampling dan uji ketelitian interpretasi dengan metode confusion matrix calculation. Hasil penelitian yang didapat bahwa Citra Quickbird dan sistem informasi geografis mampu dalam memperoleh parameter-parameter penentuan permukiman kumuh yang berkisar antara 83-89 persen. Permukiman yang ada di sebagian Kota Yogyakarta dengan luas wilayah permukiman 205,54 hektar, memiliki tingkat kekumuhan dengan kategori agak kumuh sebesar 31,51 persen terdapat pada sisi timur dan barat Kecamatan Jetis, sisi tengah Kecamatan Gedongtengen dan Danurejan, serta sisi barat Kecamatan Ngampilan. Kategori kumuh 10,83 persen terdapat pada sisi timur Kecamatan Jetis, sisi barat Kecamatan Jetis dan Gedongtengen, sisi tengah Kecamatan Danurejan bantaran Sungai Code, dan sisi barat daya Kecamatan Ngampilan. Kategori sangat kumuh 1,9 persen terdapat pada sisi timur Kecamatan Jetis bantaran Sungai Code dan sisi barat dekat dengan bantaran Sungai Winongo. Peranan penginderaan jauh dan sistem informasi geografis sangat besar dalam penentuan agihan permukiman kumuh yang dimulai dari pemrosesan data hingga menghasilkan output berupa peta agihan permukiman kumuh.
Kata Kunci :