Pemanfaatan foto udara dan sistem informasi geografis untuk identifikasi pengaruh kepadatan penduduk terhadap kesehatan lingkungan permukiman dikecamatan Bekasi Timur
Putri Hardiani Aryaningrum,
2015 | Skripsi |Kecamatan Bekasi Timur merupakan salah satu wilayah di Kota Bekasi yang memiliki tingkat kepadatan penduduk paling tinggi. Jumlah penduduk yang terus meningkat dapat menimbulkan fenomena yang kompleks salah satunya adalah tingginya pembangunan permukiman sebagai sarana tempat tinggal masyarakat. Keterbatasan lahan di Bekasi Timur menjadikan pembangunan permukiman menjadi tidak terkontrol sehingga memberikan dampak negatif terhadap lingkungan. Namun kepadatan penduduk belum pernah diketahui besaran pengaruhnya terhadap kondisi lingkungan sehingga perlu dikaji lebih lanjut mengenai fenomena tersebut. Penelitian ini memiliki tiga tujuan yaitu mengetahui ketelitian interpretasi foto udara, mengetahui kondisi kesehatan lingkungan permukiman Bekasi Timur dan mengetahui pengaruh kepadatan penduduk terhadap kesehatan lingkungan permukiman di Bekasi Timur. Data penginderaan jauh yang digunakan adalah foto udara, penyadapan informasi kepadatan penduduk dan kesehatan lingkungan permukiman dilakukan dengan interpretasi visual yang tingkat ketelitiannya akan dinilai menggunakan tabel confussion matrix calculation. Pembuatan peta kondisi kesehatan lingkungan permukiman menggunakan metode overlay dengan pendekatan kuantitatif berjenjang tertimbang. Bobot yang diberikan sesuai dengan besarnya pengaruh parameter kesehatan lingkungan permukiman. Analisis regresi linier sederhana digunakan untuk mengetahui besaran pengaruh yang diberikan oleh variabel kepadatan penduduk terhadap kesehatan lingkungan permukiman di Bekasi Timur. Besaran pengaruh ditunjukkan oleh nilai koefisien determinasi R2. Interpretasi visual menggunakan foto udara menghasilkan ketelitian yang cukup baik yaitu sebesar 86,25% hingga 100 %. Kelas kesehatan lingkungan permukiman terbagi menjadi tiga yaitu sehat, sedang, dan tidak sehat. Lingkungan permukiman yang tergolong sehat mencapai 300 hektar (34,89%), kondisi sedang 320 hektar (40,69%) dan kondisi tidak sehat 250 hektar (24,4%). Berdasarkan analisis regresi diketahui adanya pengaruh kepadatan penduduk terhadap kondisi kesehatan lingkungan permukiman sebesar 1,1 %. Pengaruh yang diberikan bersifat negatif sehingga semakin tinggi kepadatan penduduk maka akan menyebabkan kondisi kesehatan lingkungan permukiman semakin menurun.
Kata Kunci :