Evaluasi dampak infrastruktur jalan terhadap perkembangan fisik kota dan kegiatan perdagangan/jasa dikawasan koridor jalan lingkar Soekarno-Hatta kota Palembang
Wilda Wija Bahana,
2015 | Skripsi |Semakin berkembangnya Kota Palembang dan bertambahnya jumlah penduduk, akan meningkatkan aktivitas yang akan selalu memerlukan lahan dalam pembangunannya.Kota Palembang memiliki misi, salah satunya melanjutkan pembangunan Kota Palembang sebagai Kota Metropolitan yang bertaraf internasional, beradat dan sejahtera. Oleh karena itu untuk mewujudkan harapan tersebut pemerintah daerah semakin gencar membangun dan membuka investasi secara besar-besaran terutama dalam pembangunan infrastruktur. Salah satu kawasan yang merupakan area perkembangan baru adalah kawasan di koridor jalan lingkar Soekarno-Hatta. Penelitian ini mengkaji mengenai dampak Jalan Soekarno-Hatta terhadap perkembangan fisik kota dan kegiatan perdagangan/jasa di kawasan koridor jalan Soekarno-Hatta. Untuk mencaai tujuan penelitian ini maka langkah-langkah yang ditempuh adalah : 1) mengetahui perubahan karakteristik spasial kawasan dari tahun ke tahun, 2) mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi perkembangan perdagangan/jasa di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran anatar kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif digunakan untuk memahami fenomena perkembangan keruangan yang terjadi di kawasan penelitian dengan mengumpulakan data mengunakan instrumen wawacara mendalam. Analisis GIS digunakan untuk mengetahui perkembangan fisik kawasan dengan cara melakukan overlay peta rangkaian waktu. Dan metode kuantitatif digunakan untuk mengindentifikasi faktor yang mempengaruhi perkembangan perdagangan jasa di kawasan penelitian dengan menggunakan instrumen kuesioener yang kemudian dilakukan analisis skoring. Hasil penelitian menujukan perkembangan keruangan di kawasan koridor Jalan Soekarno Hatta pada tahun 2004 sampai 2014 lambat, kawasan tersebut diperuntukan untuk kawasan campuran (permukiman, perdagangan/jasa,RTH, perkantoran dan pergudangan). Perkembangan penggunaan lahan terbangun cenderung mengarah ke pusat kota dimana terkumpul di tiap simpul-simpul perempatan jalan. Kawasan ini memiliki pola peruntukan lahan dimana untuk penggunaan lahan perdagangan/jasa dan perkantoran berada di lapisan pertama atau berada di sepanjang kanan-kiri jalan, peruntukan permukiman penduduk berada di lapisan kedua berada di belakang penggunaan lahan perdagangan/jasa dan RTH menyebar disesuaikan dengan peruntukannya. Perkembangan kegiatan perdagangan/jasa terdapat di sepanjang kanan kiri jalan membentuk pola linier mengikuti jalan. Faktor yang mempengaruhi kegiatan perdagangan/jasa adalah keberadaan kegiatan perdagangan/jasa sebelumnya yang menimbulkan efek pengganda. Kemudian akseibilitas terjangkau yang mengakibatkan tingkat keramaian lalu lintas tinggi, serta kebijakan pemerintah yang telah menetapkan kawasan tersebut sebagai kawasan komersial dengan memberikan perijinan yang mudah
Kata Kunci :