Kajian respon masyarakat terhadap pengembangan desa wisata Jarum kecamatan Bayat kabupaten Klaten
Sellyta Novitasari,
2015 | Skripsi |Adanya pengembangan desa wisata baru pada dasarnya dapat menimbulkan perubahan yang merasuk hingga ke sendi-sendi kehidupan masyarakat, dimana hal tersebut diharapkan dapat memberikan perubahan yang bermanfaat apabila masyarakat secara sadar dapat menanggapinya dengan positif. Hal ini dapat terjadi karena masyarakat seharusnya bukan saja menjadi obyek dalam pembangunan namun juga sebagai subyek dalam pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengkaji tingkat respon masyarakat dalam bentuk perilaku nyata (partisipasi) terhadap pengembangan Desa Wisata Jarum, (2) mengetahui faktor yang paling mempengaruhi terbentuknya respon masyarakat terhadap pengembangan Desa Wisata Jarum. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik pengumpulan data primer berupa penyebaran kuisoner terhadap responden kepala keluarga, wawancara indepth interview terhadap beberapa informan, observasi lapangan, dokumentasi, dan data sekunder dengan studi pustaka atau laporan daerah/instansional. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 88 responden kepala keluarga di Desa Jarum. Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif, tabulasi silang, uji korelasi Pearson, dan uji regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Tingkat respon masyarakat yang diwujudkan dalam bentuk perilaku untuk berpartisipasi terhadap pengembangan Desa Wisata Jarum ini dirasa sudah cukup maksimal, dimana sebagian besar masyarakat sudah memiliki tingkat respon yang tinggi maupun sedang dan hanya sebagian kecil masyarakat yang memiliki tingkat respon yang rendah.(2) Berdasarkan hasil uji analisis regresi linear berganda dapat diperoleh bahwa seluruh faktor yang diduga mempengaruhi respon masyarakat terhadap pengembangan Desa Wisata Jarum seperti karakteristik sosial ekonomi (pendidikan), persepsi dan sikap masyarakat ini memiliki pengaruh yang signifikan. Diantara ketiga faktor tersebut, hanya faktor sikap yang memiliki pengaruh paling besar terhadap respon masyarakat, dimana hal ini ditunjukkan melalui nilai Koefisien Determinasi (Adjusted R Square ) sebesar 78,2% dari total 83,6%.
Kata Kunci :