Laporkan Masalah

Pola pengangkutan pasir dan batu dengan metode survey origin-destination : Kasus kecamatan Cangkringan kabupaten Sleman

Nadhila Shabrina,

2015 | Skripsi |

Setiap wilayah memiliki ketersediaan komoditas/potensi yang berbedabeda sehingga mendorong terciptanya suatu interaksi dan aktivitas perpindahan/perjalanan. Interaksi antar wilayah dapat disebabkan dari adanya permintaan dalam suatu wilayah dan pemenuh kebutuhan yang tersedia dari luar wilayah tersebut. Begitupun dengan lokasi penelitian ini, yaitu Kecamatan Cangkringan yang memanfaatkan sektor pertambangan dari hasil erupsi Gunung Merapi. Adanya potensi tersebut menciptakan aktivitas pengangkutan barang (material) keluar daerah. Namun sampai sejauh ini, belum ada kejelasan sejauh mana dan bagaimana distribusi keruangan pengangkutan material ini keluar daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola pengangkutan pasir dan batu dari Kecamatan Cangkringan, mengidentifikasi distribusi keruangan pengangkutan pasir dan batu, dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pola pengangkutan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif, analisis Matriks Asal-Tujuan (MAT), dan analisis spasial dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan survey origin-destination untuk menggambarkan pola pengangkutan pasir dan batu dan distribusi keruangannya, sehingga dapat diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi pola pengangkutan tersebut. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pola pengangkutan material dilakukan seluruhnya oleh laki-laki menggunakan moda angkutan berupa truk bukan milik pribadi dengan jenis material yang dapat diangkut terdiri dari pasir, batu, dan pasir batu (sirtu), waktu dan intensitas pengangkutan tidak menentu, dan rute perjalanan yang dilalui cenderung sama. Untuk distribusi keruangan material semua berasal dari Kali Gendol dengan jenis pasir menjadi material yang paling banyak diangkut, dominasi perjalanan terbanyak adalah lokal Kecamatan Cangkringan dan Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah. Faktor yang mempengaruhi pola pengangkutan ini adalah faktor di daerah asal (surplus material dan perbedaan komoditas dalam wilayah), faktor di daerah tujuan (minus komoditas, permintaan/kebutuhan akan barang), dan faktor diantara (jarak, aksesibilitas, biaya perjalanan yang dikeluarkan), serta pendorong intensitas perjalanan yang tinggi di lokasi ini adalah faktor lokasi, ketersediaan material melimpah, jarak tempuh, biaya perjalanan, dan kualitas material.

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.