Kajian program pengelolaan sampah rumah tangga mandiri (Bank sampah) berbasis masyarakat di kota Yogyakarta
Ahmad Nur Alam Sukrisna Putra,
2015 | Skripsi |Kota Yogyakarta memiliki rata-rata pertumbuhan jumlah sampah lebih besar dari pada rata-rata jumlah pertumbuhan penduduknya. Permasalahan tidak berhenti disini, saat ini semakin sulitnya mencari lahan kosong yang dapat difungsikan sebagai tempat pembuangan akhir (TPA) untuk sampah rumah tangga. Sementara TPA Piyungan yang selama ini menjadi tempat terakhir bagi pembuangan sampah pada kenyataannya telah mencapai batasnya. Bank sampah adalah sebuah alternatif cara yang dilakukan oleh pemerintah Kota Yogyakarta melalui Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Yogyakarta. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat (Bank Sampah) di Kota Yogyakarta, mengkaji peran serta masyarakat dalam hal pengelolaan sampah rumah tangga (Bank Sampah) di Kota Yogyakarta dan mengkaji kontribusi bank sampah dalam mengatasi permasalahan Pengelolaan Sampah di Kota Yogyakarta. Metode yang digunakan untuk penelitian ini berupa metode kualitatif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode survei. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa Observasi langsung dan wawancara. Serta pengolahan datanya berupa analisis deskriptif kualitatif. Hasil kajian dengan menggunakan 4 aspek sistem pengelolaan sampah (kelembagaan, operasional, pembiayaan dan peraturan/regulasi) menunjukkan bahwa bank sampah sudah sesuai dengan SNI 3242-2008. Partisipasi masyarakat dalam program bank sampah, bila dilihat menggunakan teori Arnstein termasuk derajat kekuasaan masyarakat karena masyarakat telah diposisikan sebagai salah satu stakeholder utama dalam pencapaian visi Kota Yogyakarta. Reduksi timbunan sampah dari program bank sampah dalam mengurangi sampah rumah tangga yang dihasilkan nasabahnya masih perlu ditingkatkan karena masih terdapat 96% bank sampah yang hanya mampu mereduksi timbunan sampah kurang dari 25%
Kata Kunci :