Aplikasi citra SPOT -6 berbasis transformasi indeks vegetasi untuk estimasi produksi kelapa sawit (elaeis guineensis jacq) : Kasus perkebunan kelapa sawit PT. Tunggal Perkasa Plantation, Air Molek kabupaten Indragiri Hulu propinsi Riau Sumatera
Heratania Aprilia Setyowati,
2015 | Skripsi |Kegiatan estimasi produksi masih dilakukan langsung dan belum memiliki unsur spasial, sedangkan efektifitas dan efisiensi data produksi semakin dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui seberapa akurat penggunaan citra SPOT-6 untuk mengenali dan mengestimasi produksi kelapa sawit, (2) menentukan parameter yang berpengaruh dalam produksi dan membuat model estimasi produksi kelapa sawit, dan (3) mengetahui variasi hasil estimasi produksi yang dihasilkan tiap model estimasi dengan beragam transformasi indeks vegetasi yang dilakukan di perkebunan kelapa sawit PT. Tunggal Perkasa Plantations, Air Molek, Kabupaten Indragiri Hulu, Propinsi Riau, Sumatera. Metode penelitian yang dilakukan pada penelitian ini yakni transformasi NDVI, ARVI, BNDVI, CIGREEN, GBNDVI, MSAVI2, PANNDVI, dan WDRVI serta analisis statistik regresi. Data Primer yang digunakan ialah Citra SPOT-6 perekaman 13 Juni 2013. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 120 blok perkebunan dengan kegiatan lapangan berlangsung pada tanggal 5 hingga 17 Juni 2015. Metode pemilihan sampel yang digunakan yakni stratified random sampling. Regresi dilakukan dengan dua tahap. Tahap pertama, regresi antara nilai indeks vegetasi masing-masing tarnsformasi dengan tahun tanam. Regresi ini menghasilkan citra tahun tanam kelapa sawit. Regresi tahap kedua antara tahun tanam, indeks vegetasi, dan juga produksi dari lapangan. Regresi ini menghasilkan formula estimasi produksi berdasarkan parameter pengaruh produksi dan nilai indeks vegetasi yang akan menghasilkan peta estimasi produktivitas per piksel. Akurasi Citra SPOT-6 sangat tinggi untuk mengenali tanaman sawit yakni sebesar 99.46%. Parameter yang mempengaruhi produksi pada penelitian ini yakni umur dan indeks vegetasi. Hasil regresi linier berganda antara produksi, nilai indeks vegetasi, dan tahun tanam kelapa sawit menunjukkan hasil yang signifikan. Besarnya nilai R >0.8 ditunjukkan pada transformasi NDVI, ARVI, BNDVI, CIGREEN, GBNDVI, dan WDRVI sedangkan besarnya nilai R >0.7 yakni pada transformasi MSAVI2 dan PANNDVI. Total produksi tiap transformasi akan diuji dengan total produksi yang sesungguhnya sehingga didapatkan ketelitian estimasi produksi untuk tiap transformasi. Akurasi estimasi produksi >80% dihasilkan oleh transformasi NDVI, PANNDVI, dan WDRVI. Akurasi estimasi produksi >75% dihasilkan oleh transformasi ARVI, BNDVI, CIGREEN, GBNDVI, dan MSAVI2
Kata Kunci :