Laporkan Masalah

Pekerja anak di Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2013

Shinta Maulida,

2015 | Skripsi |

Pekerja anak merupakan permasalahan yang belum terselesaikan sampai saat ini seperti yang terjadi di DIY. Usia anak 10 sampai 14 tahun merupakan usia sekolah namun karena faktor kemiskinan keluarga menyebabkan seorang anak bekerja agar membantu perekonomian rumah tangga. Penelitian ini bersifat analisis deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui distribusi dan karakteristik pekerja anak di DIY. Jumlah jam kerja dan pendapatan erat kaitannya dengan kondisi anak bekerja secara berlebihan dan tidak berlebihan. Hasil penelitian ini menunjukkan distribusi pekerja anak di DIY tiap-tiap Kabupaten/ Kota menurut kondisi demografi, jumlah pekerja anak di DIY sebanyak 31.426 anak (7,98 persen) dari jumlah anak yang tidak bekerja (393.753 anak), 3,22 persen anak-anak yang bekerja di DIY tahun 2013 berusia 15 sampai 17 tahun dan 26,78 persen anak-anak yang bekerja berusia 10 sampai 14 tahun. Dengan jenis kelamin pekerja anak di DIY 50,02 adalah perempuan. Berdasarkan kondisi sosial dan ekonomi partisipasi sekolah pekerja anak tertinggi yang tidak/ belum pernah sekolah 100 persen berada di Kab. Kulonprogo, masih bersekolah 50,60 persen berada di Kab. Gunungkidul, dan tidak bersekolah lagi/ putus sekolah 39,84 persen berada di Kota Yogyakarta. Menurut tiap-tiap Kabupaten/ Kota pekerja anak yang banyak terserap di sektor pertanian adalah Kab. Gunungkidul (88,69 persen), di sektor industri adalah Kab. Bantul (52,31 persen), dan di sektor jasa adalah Kab. Sleman (37,43 persen) dengan rata-rata upah pendapatan pekerja anak di DIY tahun 2013 tergolong rendah yaitu sebesar Rp.238.948,00 per bulan. Berdasarkan Peta Distribusi Pekerja Anak Berdasarkan Jam Kerja di DIY Tahun 2013, persentase jam kerja pekerja anak secara berlebihan tertinggi berada di Kota Yogyakarta sebesar 8,62 persen. Menurut tipe daerah jumlah jam kerja pekerja anak berlebihan lebih banyak di daerah perkotaan 19,62 persen dibandingkan di perdesaan 15,07 persen. Berdasarkan tiap-tiap Kabupaten/ Kota pekerja anak di perkotaan dengan jumlah jam kerja berlebih (lebih dari 40 jam) terbanyak terdapat di Kab. Sleman 9,17 persen dan di Kota Yogyakarta 8,27 persen.

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.