Analisis spasio-temporal banjir genangan akibat kenaikan muka air laut diwilayah kepesisiran kabupaten Jepara : Kasus kecamatan Kedung, Tahunan dan Jepara
Guruh Krisnantara,
2015 | Skripsi |Terdapat 3 kecamatan di Kabupaten Jepara yang mempunyai potensi bahaya, yaitu Kecamatan Kedung, Tahunan, dan Jepara. Hal ini dikarenakan oleh faktor gelombang yang tinggi dan tiga wilayah kecamatan tersebut mempunyai arah hadap pantai menuju arah baratlaut menyebabkan langsung terkenanya imbas angin dan gelombang yang dominan berasal dari arah baratlaut. Tujuan dari penelitian ini antara lain adalah menganalisis besar kenaikan muka air laut di wilayah Jepara, menganalisis luasan genangan pada tahun 2020- 2060, dan menganalisis luasan penggunaan lahan tergenang pada tahun 2020-2060. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang selanjutnya disempurnakan dan dilengkapi oleh data primer. Data yang diperlukan antara lain adalah data pasang surut dari BMKG Maritim Jawa Tengah yang diasumsikan tidak terjadi perubahan pasangsurut berlebih dan tidak ada kejadian penurunan muka tanah serta sedimentasi berlebih, data titik tinggi dan data penggunaan lahan dari Bappeda Kabupaten Jepara. Analisis regresi digunakan untuk pencapaian tujuan pertama, analisis iterasi pada ILWIS digunakan untuk pencapaian tujuan kedua, analisis statistik juga digunakan untuk pencapaian tujuan kedua dan ketiga serta uji akurasi untuk mendukung pencapaian tujuan ketiga. Hasil dari penelitian ini adalah proyeksi kenaikan muka air laut pada tahun 2020, 2030, 2040, 2050, dan 2060 memiliki tren linier dan mencapai nilai 15 cm, 34 cm, 53 cm, 72 cm, dan 91 cm. Sementara itu, hingga pada tahun 2060 prediksi luasan genangan di Kecamatan Kedung adalah yang terbesar yaitu 753,99 ha diikuti Kecamatan Tahunan dan Kecamatan Jepara. Luasan terbesar penggunaan lahan yang tergenang pada tahun 2060 adalah pasir pantai dan empang yang memang banyak terletak di wilayah pesisir Kecamatan Kedung, Tahunan, dan Jepara.
Kata Kunci :