Identifikasi kejadian hujan konvektif menggunakan citra MTSAT 2R pada musim kemarau didaerah perkotaan Yogyakarta tahun 2014
Annisa Ayu Fawzia,
2015 | Skripsi |Daerah Perkotaan Yogyakarta mengalami perkembangan sangat pesat sehingga diindikasikan mengalami perubahan iklim perkotaan yang berpengaruh pada kemunculan hujan konvektif. Tujuan dari penelitian ini 1) mengidentifikasi kejadian hujan konvektif pada musim kemarau tahun 2014 di daerah Perkotaan Yogyakarta, 2) mengetahui sebaran spasial hujan konvektif di daerah Perkotaan Yogyakarta dengan citra MSTAT 2R pada musim kemarau tahun 2014, 3) mengetahui variasi temporal harian hujan konvektif di daerah Perkotaan Yogyakarta dengan citra MTSAT 2R pada musim kemarau tahun 2014 Metode untuk identifikasi hujan konvektif yaitu pengamatan awan konvektif dari citra satelit MTSAT 2R Tipe HRIT yang dapat diunduh dari web webgms.iis.u-tokyo.ac.jp. Saluran yang digunakan IR1 dan IR2 dengan spasial 4 km dan temporal 1 jam. Waktu kajian dipilih selama musim kemarau tahun 2014 yang masih memiliki hari hujan yaitu Mei, Juni, dan Juli. Identifikasi awan konvektif dilakukan dengan klasifikasi jenis awan berdasarkan suhu puncak awan dari suhu kecerahan saluran IR1 dan diferensial temperatur IR1-IR2 untuk memisahkan awan tinggi. Gradien temperatur per jam dari saluran IR1 digunakan untuk mengidentifikasi waktu pembentukan awan dan kejadian hujan. Data pengukuran hujan di stasiun hujan sekitar daerah penelitian juga digunakan sebagai kontrol hasil pengamatan citra. Berdasarkan hasil, terdapat 10 kejadian hujan konvektif dari total 19 kejadian hujan dengan kemunculan awan konvektif pada musim kemarau tahun 2014 di daerah Perkotaan Yogyakarta. Distribusi spasial hujan konvektif menunjukkan awan konvektif umumnya terbentuk di daerah perkotaan yang kemudian menghasilkan hujan konvektif yang sebagian besar terjadi pada daerah tujuan angin yaitu di bagian barat Perkotaan Yogyakarta. Terdapat tiga variasi temporal hujan konvektif yang ditemukan yaitu warm morning cumulus, afternoon convective showers, dan nocturnal convective systems. Variasi temporal paling dominan adalah nocturnal convective showers atau hujan di malam hari sebagai akibat dari akumulasi simpanan air di udara hasil pemanasan pada siang hari.
Kata Kunci :