Morfometri dan potensi sumberdaya air danau Laukawar
Eko Murhartadi S. Siregar,
2015 | Skripsi |Tujuan dari penelitian ini adalah membuat Peta Batimetri, mengetahui Kondisi Morfometri, dan menghitung Potensi Sumberdaya Air Danau Laukawar. Metode yang digunakan untuk membuat peta batimetri adalah dengan pengukuran langsung di lapangan dengan menggunakan pemberat yang diikat dengan tali ukur serta dicatat koordinatnya. Data titik kedalaman dan koordinat tersebut kemudian diinterpolasi dengan menggunakan metode krigging. Peta batimetri yang sudah dihasilkan digunakan untuk menghitung dan/atau mengukur aspek morfometri danau. Terdapat 17 aspek morfometri yang dapat diketahui dengan pengukuran saja, perhitungan saja, atau harus diukur untuk kemudian dihitung. Aspek morfometri yang dicari adalah panjang maksimum, panjang maksimum efektif, lebar maksimum, lebar maksimum efektif, lebar rata- rata, kedalaman maksimum, kedalaman rata- rata, kedalaman relatif, keliling danau, lama tinggal air, perkembangan volume, luas permukaan danau, perkembangan pantai, volume, kemiringan ledok, rasio derah tangkapan air dan permukaan danau, dan insolusity. Danau Laukawar menutupi luasan lebih dari 1 juta meter persegi, dengan kedalaman maksimal 18 meter dan volume 11 juta meter kubik. Kedalaman relatifnya adalah 1,5, yang berarti bahwa Laukawar memiliki nilai stabilitas yang rendah, mudah tercampur karena pengaruh angin. Nilai perkembangan pantainya adalah 1,6, yang artinya Danau Laukawar akan cenderung membentuk elips. . Lama tinggal air, dengan asumsi turn over, adalah 341,11 hari. Luas tangkapan air danau sebesar lebih dari 9 juta meter persegi yang memiliki curah hujan pada kelas 2000 sampai 2500 meter persegi. Hujan yang sudah dikurangi penguapan menghasilkan air masuk sebesar 10 sampai dengan 15 juta meter kubik pertahun. Merujuk kepada aliran outlet Laukawar, yang melewati Kecamatan Naman Teran dan Kecamatan Simpang Empat, dan kebutuhan kedua kecamatan tersebut (6,3 juta meter kubik), Laukawar dan daerah tangkapan airnnya hanya dapat memenuhi kedua kecamatan tersebut secara utuh. Sisa air sebanyak 3,7 sampai dengan 8,7 juta meter kubik, meresap, atau tetap mengalir dan dipergunakan oleh kecamatan lain.
Kata Kunci :