Aplikasi penginderaan jauh untuk analisis ruang terbuka hijau terhadap iklim mikro dikawasan perkotaan Klaten
Eni Susanti,
2015 | Skripsi |Keberadaan Ruang Terbuka Hijau mulai tergusur oleh adanya pembangunan bangunan-bangunan baru di kawasan perkotaan. Salah satu fungsi dari RTH adalah sebagai pengatur dan penyeimbang iklim mikro. Data penginderaan jauh mampu menyajikan informasi spasial secara detail sehingga dapat digunakan sebagai sumber data dalam mengetahui kondisi penggunaan lahan dan RTH perkotaan. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengkaji manfaat dan ketelitian citra ALOS Pan-Sharpened dalam mendapatkan informasi mengenai RTH dan penggunaan lahan di kawasan perkotaan Klaten., dan (2) menganalisis pengaruh RTH terhadap iklim mikro dan kondisi iklim mikro berbagai penggunaan lahan di kawasan perkotaan Klaten. Metode analisis yang digunakan adalah berupa analisis statistik dan analisis deskriptif kualitatif terhadap variabel yang diuji, yaitu kerapatan RTH terhadap iklim mikro, pola RTH terhadap iklim mikro, dan penggunaan lahan terhadap iklim mikro. Citra ALOS Pan-Sharpened digunakan untuk interpretasi RTH dan penggunaan lahan. Kerja lapangan untuk menguji hasil interpretasi citra ALOS Pan-Sharpened, mengukur suhu udara, kelembaban relatif, dan kecepatan angin sebagai parameter iklim mikro. Hasil akhir penelitian ini adalah berupa peta distribusi suhu udara, kelembaban relatif, dan kecepatan angin di kawasan perkotaan Klaten, tingkat hubungan antara kerapatan RTH terhadap iklim mikro, pola RTH terhadap iklim mikro, dan penggunaan lahan terhadap iklim mikro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra ALOS Pan-Sharepened memberkan ketelitian interpretasi kerapatan RTH sebesar 81,05%, untuk interpretasi pola RTH sebesar 93,68%, dan untuk interpretasi penggunaan lahan sebesar 94,97%. Kerapatan RTH berpengaruh terhadap suhu udara sebesar 60,6%, terhadap kelembaban udara sebesar 80%, dan terhadap kecepatan angin sebesar 5,2%. Pola vegetasi RTH kurang memberikan pengaruh yang signifikan terhadap iklim mikro yang ditandai dengan korelasi yang sangat lemah antara berbagai pola vegetasi RTH dengan suhu udara, kelembaban udara, dan kecepatan angin. Pengaruh penggunaan lahan terhadap iklim mikro adalah rendah, dimana suhu udara, kelembaban udara, dan kecepatan angin lebih dipengaruhi oleh tingkat kepadatan bangunan, geometri bangunan, emisi gas kendaraan bermotor, dan ketersediaan RTH.
Kata Kunci :