Estimasi produksi tanaman kopi berbasis pengolahan citra landsat 8 dikabupaten Temanggung Jawa Tengah
Ratna Nurani,
2015 | Skripsi |Kopi merupakan komoditas perkebunan yang paling akrab dengan masyarakat, mulai dari kalangan ekonomi atas sampai bawah. Kabupaten Temanggung dikenal sebagai salah satu produsen tanaman kopi terbesar di Jawa Tengah. Pada umumnya perkebunan kopi rakyat belum dikelola secara baik sehingga berbagai masalah muncul salah satunya yaitu masalah produktivitas. Seiring dengan kemajuan teknologi, estimasi produksi dapat dihitung menggunakan system penginderaan jauh. Penginderaan Jauh dapat digunakan untuk mengetahui potensi tanaman melalui pendekatan nilai spectral. Oleh karena itu, untuk mengetahui produksi dan produktivitas tanaman kopi di daerah kajian, digunakanlah metode Penginderaan Jauh dengan pendekatan nilai spectral dan transformasi indeks vegetasi NDVI. Citra yang digunakan pada penelitian ini yaitu citra Landsat 8. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui ketelitian atau akurasi citra Landsat 8 untuk identifikasi fisik tanaman kopi di Kabupaten Temanggung dan mengestimasi produksi kopi di Temanggung berdasarkan pengolahan citra Landsat 8 dengan pendekatan nilai spektral. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan nilai spectral dan transformasi indeks vegetasi NDVI. Citra Landsat 8 dilakukan proses klasifikasi multispektral penutup lahan untuk membedakan vegetasi kopi dan vegetasi non kopi. Selain dilakukan proses interpretasi visual dan klasifikasi multispektral juga dilakukan proses transformasi indeks vegetasi untuk membedakan kerapatan vegetasi guna pemilihan sampel. Berdasarkan hasil prosessing citra kemudian dilakukan pemilihan sampel lapangan yang kemudian akan di cek dilapangan untuk mengetahui hasil estimasi produksi tanaman kopi. Penentuan sampel dilakukan dengan stratified random sampling. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai R2 = 0.513 dengan persamaan regresi Y = 2.1643x - 0.1786. Nilai koefisien korelasi r = 0.716 hasil ini menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara kerapatan tajuk dengan nilai produksi kopi. Jumlah sampel sebanyak 30 dengan nilai r = 0.716 maka taraf signifikannya sebesar 1% atau 0.01 yang berarti semakin rapat suatu tajuk maka semakin banyak pula hasil produksi kopinya sehingga memiliki hubungan nyata dan signifikan. Secara keseluruhan hasil uji ketelitian klasifikasi pada penelitian ini yaitu 85.19 % dengan rincian pada vegetasi kopi dengan kerapatan rendah tingkat ketelitiannya 100%, sedangkan pada kerapatan sedang dan tinggi masing-masing tingkat ketelitiannya 80% dan 64.71%. Hasil estimasi pada penelitian ini diperoleh nilai luas perkebunan kopi 24.384,85 ha menghasilkan produksi 16.672,73 ton
Kata Kunci :