Pemodelan prediksi kerawanan penyakit Malaria menggunakan metode ordinary least square (OLS) disebagian kabupaten Kulonprogo
Dini Rachmadhani,
2015 | Skripsi |Penyakit malaria merupakan masalah kesehatan yang banyak terjadi pada daerah dengan iklim tropis dan subtropis. Menurut dinas kesehatan DIY (2012) penderita malaria di tahun 2012 sebanyak 237 kasus berasal dari Kabupaten Kulonprogo dari total 241 kasus yang terjadi di DIY. Kecamatan yang termasuk daerah endemik penyakit malaria yaitu Kecamatan Girimulyo dan Kecamatan Kokap. Melihat jumlah kasus penderita malaria di sebagian Kabupaten Kulon Progo yang masih cukup tinggi, maka perlu dilakukan penelitian mengenai tingkat kerawanan penyakit malaria serta prediksi kerawanan penyakit malaria. Tujuan dari penelitian adalah 1) mengetahui kemampuan citra QUICKBIRD dalam identifikasi parameter-parameter yang menentukan kerawanan penyakit malaria, 2) menentukan tingkat kerawanan penyakit malaria di sebagian Kabupaten Kulon Progo, 3)melakukan pemodelan prediksi kerawanan penyakit malaria di sebagian Kabupaten Kulon Progo dengan menggunakan metode Ordinary Least Squre (OLS). Analisis yang digunakan untuk tujuan pertama yaitu interpretasi citra Quickbird. Penentuan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dan uji ketelitian menggunakan matriks uji ketelitian. Teknik overlay dan klasifikasi parameter fisik merupakan metode yang digunakan untuk menentukan tingkat kerawanan malaria. Parameter yang digunakan yaitu jarak sungai ke pemukiman penduduk, ketinggian, penggunaan lahan, kerapatan vegetasi, kepadatan penduduk, curah hujan, dan suhu lingkungan. Prediksi tingkat kerawanan malaria menggunakan metode OLS dengan variabel dependen yaitu kepadatan vektor malaria dan variabel independen yaitu karateristik fisik. Validasi untuk model prediksi kerawanan penyakit malaria adalah jumlah penderita malaria tahun 2011. Hasil yang diperoleh untuk interpretasi penggunaan lahan memiliki nilai ketelitian sebesar 93.63% dan 95% untuk kerapatan vegetasi. Tingkat kerawanan malaria paling tinggi berada di sebagian Kecamatan Kokap dan Kecamatan Pengasih, sedangkan berdasarkan hasil prediksi kerawanan malaria Kelurahan Purwosari, Kelurahan Jatimulyo, dan Kelurahan Hargotirto memiliki prediksi tingkat kerawanan yang tinggi.
Kata Kunci :