Kesesuaian perubahan penggunaan lahan dengan rencana detail tata ruang (RDTR) diwilayah peri urban : Kasus kecamatan Godean tahun 2009-2014
Anindyakusuma Hapsari,
2015 | Skripsi |Wilayah pinggiran kota (peri-urban) merupakan wilayah yang bersifat dinamis yang ditandai dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk. Hal tersebut dapat memicu terjadinya perubahan penggunaan lahan untuk memenuhi kebutuhan sosial ekonomi penduduk. Dokumen rencana detail tata ruang (RDTR) disusun untuk dapat dijadikan pedoman pembangunan di suatu daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan penggunaan lahan di Kecamatan Godean tahun 2009-2014, menilai kesesuaian antara perubahan penggunaan lahan yang terjadi dengan dokumen RDTR, mengkaji kecenderungan ketidaksesuain pemanfaatan ruang berdasarkan fungsi kawasan dan faktor geografis, serta menyusun rekomendasi arahan kebijakan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dan survei dengan teknik analisis kuantitatif. Teknik analisis tersebut dilakukan untuk analisis spasial, analisis penggunaan lahan, analisis laju perubahan penggunaan lahan, analisis kesesuaian, dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan perubahan penggunaan lahan yang terjadi seluas 149,54 Ha atau 5,6% selama kurun waktu lima tahun. Klasifikasi kesesuaian perubahan penggunaan lahan dengan RDTR diketahui sebagian besar sesuai yakni 87,21%, 11,18% belum sesuai, dan 5,28% tidak sesuai. Ketidaksesuaian yang terjadi berada di kawasan konservasi dengan luas 4,02 Ha terhadap luas wilayah yang berada di Desa Sidorejo, Sidomulyo, Sidoluhur, Sidoagung, Sidomoyo, dan Sidokarto. Sisanya berada kawasan pengembangan seluas 3,83 Ha terhadap luas wilayahnya yang tersebar di Desa Sidoarum, Sidomoyo, Sidokarto, Sidoagung, dan Sidoluhur. Selain itu, ketidaksesuaian yang ada juga dipengaruhi oleh faktor geografis seperti jenis tanah, lokasi, ketersediaan air, dan juga kemiringan lereng
Kata Kunci :