Kajian neraca air danau Merdada dikecamatan Batur kabupaten Banjarnegara untuk irigasi lahan pertanian di sekitarnya
Lintang Nur Fadlillah,
2015 | Skripsi |Danau Merdada merupakan danau vulkanik tanpa inlet yang rterletak di Kawasan Dataran Tinggi Dieng, Kecamatan Batur, Kabuaten Banjarnegara. Fungsi dari danau Merdada selain digunakan sebagai objek wisata adalah untuk sumber air irigasi lahan pertanian kentang. Danau ini merupakan danau yang paling banyak diturap airnya untuk irigasi dibandingkan beberapa danau lainnya di Kawasan Dieng. Pemompaan yang semakin intensif pada musim kemarau dapat menganggu ketersediaan air danau. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui ketersediaan air di Danau Merdada, mengetahui kebutuhan air irigasi lahan pertanian kentang, dan mengetahui potensi danau merdada untuk irigasi lahan pertanian kentang di sekitarnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Data primer berupa debit keluaran sungai, batimetri, kebutuhan air irigasi, dan tekstur tanah. Data sekunder berupa data hujan, data suhu, luas danau dari citra Landsat 7 ETM + band 8 pankromatik yang diambil secara bulanan, dan penggunaan lahan dari citra Google Earth tahun 2013. Wawancara kebutuhan air irigasi dilakukan dengan memilih informan kunci (key person), yaitu ketua kelompok tani Danau Merdada. Analisa data dilakukan secara deskriptif, grafis, korelasi, regresi linear, dan spasial. Hasil penelitian menunjukkan masukan alami Danau Merdada dipengaruhi oleh hujan di permukaan danau, masukan dan keluaran airtanah, limpasan permukaan dan keluaran alami dipengaruhi evapotranspirasi serta debit sungai. Airtanah merupakan komponen yang paling berpengaruh terhadap masukan di danau, yaitu 81,96 %. Pemompaan aktual untuk irigasi merupakan keluaran buatan yang paling berpengaruh terhadap keluaran neraca air Danau Merdada. Pemompaan maksimal dapat menurunkan debit simpanan rata-rata sebesar 37,14% tiap bulannya. Kebutuhan air irigasi teoritis berdasarkan perhitungan tidak dapat terpenuhi oleh ketersediaan air Danau Merdada, karena pengaruh faktor meteorologis dan luas wilayah pertanian yang besar. Namun demikian, kondisi aktual menunjukkan kebutuhan air tanaman kentang dapat terpenuhi, karena suplai hujan yang besar saat musim penghujan. Potensi sumberdaya air danau berdasarkan Overall Consumed Ratio (OCR) menunjukkan nilai OCR< 1, menandakan ketersediaan air irigasi berlebih. Perhitungan neraca air alami dikurangi dengan pemompaan aktual menunjukkan debit simpanan dari tahun 2009-2013 tidak pernah mengalami defisit.
Kata Kunci :