Laporkan Masalah

Aplikasi penginderaan jauh dan sistem informasi geografis dalam pemilihan lahan sawah untuk arahan lahan pertanian sawah berkelanjutan dikabupaten Sleman

Rizka Valupi,

2015 | Skripsi |

Sampai saat ini Kabupaten Sleman belum menetapkan keberadaan lahan sawah berkelanjutan dalam rangka menjaga ketahanan pangan. Penentuan Lahan Sawah Berkelanjutan harus disesuaikan dengan kondisi aktual lahan sawah sawah, seperti kondisi ketersediaan air, intensitas pertanaman, dan produktivitas padi. Kondisi aktual lahan sawah untuk menentukan lahan sawah berkelanjutan dapat diidentifikasi dengan menggunakan bantuan citra penginderaan jauh. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk 1) mengkaji kemampuan citra Landsat 8 untuk interpretasi intensitas pertanaman padi berdasarkan kalender tanam 2) mengetahui kondisi ketersediaan air untuk padi dan nilai produktivitas padi daerah kajian sebagai kriteria arahan lahan sawah berkelanjutan 3) mengetahui persebaran lahan sawah berkelanjutan berdasarkan kriteria lahan aktual. Lahan sawah berkelanjutan ditentukan dengan menggunakan metode matching terhadap kriteria yang telah ditetapkan. Kriteria yang telah ditetapkan terdiri atas parameter yang saling terkait, yaitu ketersediaan air, intensitas pertanaman, dan produktivitas padi. Dalam menentukan arahan lahan sawah berkelanjutan terlebih dahulu dilakukan interpretasi visual terhadap citra hasil penajaman image fussion untuk mengetahui kondisi ketersediaan air, intensitas pertanaman dengan citra multitemporal berdasarkan kalender tanam ,dan satuan bentuklahan. Tumpangsusun (overlay) dilakukan terhadap parameter ketersediaan air, intensitas pertanaman, dan satuan bentuklahan sebagai dasar pengambilan data produktivitas serta analisa data dan dasar pembuatan peta arahan lahan sawah berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interpretasi intensitas pertanaman berdasarkan kalender tanam dengan menggunakan Citra Landsat 8 komposit 652 hasil penajaman HSV memiliki hasil yang cukup baik karena memiliki nilai akurasi sedang, yaitu 81,74 %. Ketersediaan air memiliki pengaruh yang besar terhadap intensitas pertanaman karena pada daerah kajian, penanaman padi disesuaikan dengan ketersediaan air. Daerah dengan produktivitas diatas nilai rata-rata produktivitas Kabupaten Sleman adalah daerah yang berada pada satuan bentuklahan dataran kaki dan kaki lereng vulkanik. Lahan sawah di Kabupaten Sleman memiliki potensi yang tinggi sebagai LSB I sebesar 40% dan LSB II sebesar 35%.

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.